jpnn.com, JAKARTA - Komisi III DPR RI memberikan apresiasi terhadap inovasi Green Policing yang dikembangkan oleh Polda Riau di bawah kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Program tersebut dinilai relevan dan menjawab kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya persoalan lingkungan hidup.
BACA JUGA: Green Policing Polda Riau Tuai Apresiasi dari DPR
Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (26/1/2026).
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Muhammad Rahul, menyebut Green Policing sebagai pendekatan pemolisian modern yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum konvensional.
BACA JUGA: Polda Riau Rilis Data Kriminalitas, Kota Pekanbaru Paling Rawan Kejahatan
Tetapi juga pada perlindungan lingkungan sebagai bagian dari keselamatan publik.
“Green Policing yang dikembangkan Polda Riau adalah inovasi yang relevan dengan kondisi masyarakat dan lingkungan hari ini. Keamanan publik tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan hidup,” ujar Rahul.
BACA JUGA: Polda Riau Tahan 9 Orang Terkait Perambahan Hutan dan Pengrusakan di TNTN
Menurutnya, pendekatan tersebut lahir dari konteks nyata yang dihadapi Provinsi Riau, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penambangan ilegal, serta konflik sumber daya alam yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Rahul menilai, di bawah kepemimpinan Irjen Herry Heryawan, Polri di Riau mampu menghadirkan pemolisian yang adaptif dan kontekstual.
Salah satunya melalui pendekatan budaya dan edukasi dalam pengamanan kegiatan Pacu Jalur Sungai Kuantan, yang dinilai berhasil menjaga ketertiban sekaligus kebersihan lingkungan tanpa tindakan represif.
“Pendekatan yang dilakukan tidak normatif, tapi menyentuh akar persoalan. Ada unsur budaya, edukasi, dan partisipasi masyarakat. Ini menunjukkan Polri mampu membaca tantangan zaman,” jelasnya.
Secara konseptual, lanjut Rahul, Green Policing mengombinasikan Problem Oriented Policing dan Community Policing, di mana persoalan lingkungan dianalisis secara struktural, namun penyelesaiannya melibatkan peran aktif masyarakat.
“Dalam konsep ini, polisi tidak lagi berhadap-hadapan dengan masyarakat, tetapi berjalan bersama. Ini pemolisian yang cerdas, partisipatif, dan memperkuat kehadiran negara tanpa menciptakan jarak dengan rakyat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Komisi III DPR RI juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan atas komitmen dan inovasi yang telah dijalankan dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.
“Jagalah hutan, maka hutan akan menjaga kita. Ini adalah wujud pemolisian yang modern, humanis, dan beradab,” tutur Rahul. (mcr36/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Rizki Ganda Marito



