jpnn.com - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pihaknya tengah membangun jembatan permanen di sejumlah titik wilayah pascabencana Sumatera.
Dody menyebutkan, bahwa jembatan sementara yang saat ini sudah ada, kerap dilalui oleh kendaraan yang mengangkut barang logistik dengan kapasitas besar.
BACA JUGA: Warga Terdampak Longsor Bandung Barat Bakal Direlokasi
Padahal jembatan yang dibangun sebenarnya hanya boleh dilalui kendaraan dengan bobot maksimal 10 hingga 20 ton.
Hal itu diutarakan Dody dalam Rapat Koordinasi Lintas K/L dan konferensi pers perihal progres penanganan bencana di Wilayah Sumatera, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Senin (26/1).
BACA JUGA: Satgas PKH Mengeklaim Pencabutan Izin 28 Perusahaan Tak Tebang Pilih
“Memang kemarin-kemarin sebelum ada masalah bencana itu adalah akses nasional untuk logistik kelas berat, Pak. 30 ton, 40 ton, atau kendaraan-kendaraan lain yang overload,” ucap Dody.
“Jembatan-jembatan fungsional yang maksimum hanya bisa dilalui 10 sampai 20 ton, kami sering dikomplain. Pak, tim Bapak juga sering komplain ke kami, kapan ini dibuat permanennya,” tuturnya.
BACA JUGA: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka di Jogja Diserahkan Polisi kepada Jaksa
Untuk itu, Dody mengaku saat ini memaksakan agar sejumlah jembatan harus segera dibangun secara permanen.
Dia mengaku khawatir apabila jembatan yang sudah dibangun sementara ini rusak akibat sering dilalui oleh kendaraan khususnya truk dengan muatan lebih dari 30 ton.
“Jadi saya mohon maaf, ada beberapa jembatan fungsional yang hari ini sudah mulai progres mengarah ke tahapan ke permanen, Pak,” kata dia.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat tersebut bahkan menyebutkan dirinya takut dihujat apabila ada jembatan yang ambruk padahal baru dibangun.
“Takut kalau saya diamkan kemudian itu ambruk gitu, nanti yang dihujat saya juga ujung-ujungnya, Pak. Jadi nah sementara waktu kami mengerjakan secara permanen,” tambahnya.
Pembangunan jembatan permanen itu sendiri bakal memakan waktu 7 sampai dengan 8 bulan. (mcr4/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




