K3 dan Zero Fatality: Standar Etos Kerja di Industri Berisiko Tinggi

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif di industri pertambangan. Di sektor dengan tingkat risiko tinggi seperti tambang, K3 telah menjadi bagian dari etos kerja profesional yang menentukan keberlanjutan operasi sekaligus kredibilitas perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan.

Pemerintah menegaskan bahwa penguatan K3 merupakan fondasi utama dalam tata kelola industri pertambangan nasional. Penerapan K3 yang konsisten dinilai tidak hanya berdampak pada perlindungan tenaga kerja, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap stabilitas produksi dan kepercayaan terhadap industri tambang Indonesia.

Baca Juga :
Ini Standar Keselamatan Baru yang Bikin Kendaraan Listrik Aman dari Risiko Kebakaran
Daftar Pilihan Mobil Pertama Terjangkau dan Berkualitas Tinggi untuk Pengemudi Baru

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa K3 terus didorong agar menjadi budaya yang melekat dalam seluruh aktivitas pertambangan, dari level kebijakan hingga praktik di lapangan.

“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi merupakan elemen kunci dalam menjaga keberlangsungan operasi pertambangan,” ujar Tri Winarno dalam keterangan tertulis Senin, 26 Januari 2026.

Menurut dia, pemerintah secara konsisten mendorong perusahaan tambang untuk memperkuat sistem K3 secara menyeluruh, mulai dari standar operasional, pengawasan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Pendekatan ini diperlukan agar keselamatan kerja tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar dijalankan dalam keseharian kerja.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam target zero fatality yang terus digaungkan di industri pertambangan. Tri menegaskan bahwa target ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus diterjemahkan dalam disiplin kerja dan kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan.

“Zero fatality bukan slogan. Hal ini diikuti melalui penguatan standar operasional, disiplin kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada keselamatan,” kata Tri.

Dalam konteks profesionalisme kerja, konsistensi penerapan K3 menjadi salah satu indikator praktik pertambangan yang baik atau good mining practices. Tri menilai, penerapan K3 yang disiplin akan berdampak langsung pada reputasi perusahaan serta keberlanjutan operasional industri pertambangan secara nasional.

Sejalan dengan pandangan pemerintah, pengamat ESG dan keberlanjutan, Jalal, menempatkan K3 sebagai indikator penting dalam menilai kualitas tata kelola perusahaan tambang. Menurutnya, target zero fatality harus dipahami sebagai pemicu kehati-hatian tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Baca Juga :
BUMN Sektor Energi Dituntut Terapkan Standar Kerja Ketat Targetkan Zero Fatality
Immanuel Ebenezer Didakwa Peras Pemohon Sertifikasi K3 di Kemenaker Rp6,5 M
Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Perdana Dugaan Pemerasan K3 Hari Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
11 Korban Meninggal Bencana Longsor di Cisarua Berhasil Teridentifikasi
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Bantah Kena OTT KPK, Eks Wamenaker Noel: Operasi Tipu-tipu
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Besok Jakarta Diguyur Hujan Deras, KCI Siapkan Pola Operasi di Stasiun KRL Rawan Banjir
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Arsenal Takluk 2-3 dari Manchester United, Arteta Soroti Kesalahan Fatal Timnya
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Malaysia Juara Umum, Tuan Rumah Raih 1 Gelar
• 17 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.