Besok Jakarta Diguyur Hujan Deras, KCI Siapkan Pola Operasi di Stasiun KRL Rawan Banjir

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan pola operasi khusus untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026).

Langkah ini difokuskan pada pengamanan perjalanan kereta rel listrik (KRL), terutama di sejumlah stasiun dan lintasan rawan banjir di wilayah Jabodetabek.

Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi mengatakan, skenario operasional telah disiapkan untuk meminimalkan gangguan perjalanan kereta akibat potensi genangan dan banjir.

Baca juga: Pramono: Besok Hujan Lebat, Jakarta Disiagakan 200 Ekskavator

"Jadi cuaca ekstrem ini kami sudah siapkan pola operasi memang. Jadi pola operasi seminimal mungkin sampai mengganggu perjalanan kereta api," ujar Mochamad dalam sesi media briefing di Kantor Pusat KCI, Juanda, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

"Jadi, kami sudah tahu lah titik-titiknya yang potensi banjir, (misalnya) Kampung Bandan, Jakarta Kota, kemudian kemarin Tigaraksa ya itu sudah kita petakan," kata dia lagi.

Ia menjelaskan, KCI telah menyiapkan sejumlah opsi teknis apabila genangan banjir mengganggu lintasan KRL, mulai dari pemotongan rangkaian hingga penghentian perjalanan di titik tertentu.

"Kami sudah siapkan skenario, apakah itu nanti potong rangkaian atau rangkaian dihentikan di situ ditarik kembali itu sudah kita siapkan," katanya.

Mochamad menegaskan, KRL tidak dapat melintasi jalur yang tergenang banjir karena risiko gangguan kelistrikan pada sistem kereta.

"Karena ini kereta listrik, traksi motornya ada di bawah, kami juga enggak bisa karena nanti pasti akan short circuit (korsleting). Jadi ya kami mohon teman-teman nanti teman masyarakat agar bisa juga memahami itu dan bisa mengambil antisipasinya," tuturnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Jakarta hingga 1 Februari, BPBD Peringatkan Hujan Lebat

Ia berharap para pengguna jasa KRL dapat memahami kemungkinan perubahan pola operasi dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

"Yang jelas secara pola sudah kita siapkan. Akan berhenti di mana, potong rangkaian di mana, sehingga teman-teman (penumpang) akan lebih maksimal mendapatkan pelayanannya," tambah Mochamad.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan wilayah Jakarta diprediksi akan diguyur hujan lebat pada Selasa (27/1/2026) berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Karena dari data BMKG ada kemungkinan besok itu juga curah hujannya tinggi,” ucap Pramono saat meninjau pengerukan Kali Sepak, Jakarta Barat, Senin.

Untuk mengantisipasi dampak hujan lebat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan langkah-langkah pencegahan banjir, salah satunya melalui pengerukan sungai.

Pramono menyebutkan, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 200 alat berat jenis ekskavator yang disebar di lima wilayah Jakarta.

Baca juga: Banjir Berulang, Warga Perumahan Subsidi di Kabupaten Bekasi Pilih Tinggalkan Rumah

"Kami tetap melakukan penggalian. Ada 200 ekskavator ya? Ada 200 ekskavator di lima wilayah di sini aja tadi. Dan mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain pengerukan sungai, Pemprov DKI juga akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan. Operasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 27 Januari 2026.

“Maka, untuk besok saya juga sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca supaya tidak dampak seperti yang tidak kita harap,” ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Es Diduga Berbahan Spons Dijual Pedagang di Jakpus, Polisi Beri Penjelasan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ponorogo Gempar, Janda Paruh Baya Ditemukan Tewas dalam Rumah Diduga Dibunuh
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Pastikan Penyaluran LPG 3 Kg Tepat Sasaran di Bangka Belitung
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Sudin KPKP Jakpus Targetkan Sterilisasi 150 Kucing Jantan Lokal
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Innalillahi, 23 Prajurit Marinir Jadi Korban Tertimbun Longsor di Bandung Barat
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.