Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan segera inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik baja China yang disebutnya luput dari pengawasan pajak.
Dia menyebutkan seharusnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggeruduk pabrik baja asal China yang tidak memenuhi kewajiban pajak pertambahan nilai (PPN) tersebut pada pekan ini. Purbaya memastikan Kemenkeu tengah menyiapkan sidak tersebut.
“Harusnya minggu ini. Nanti saya undang sehari dua hari deh. Harusnya minggu ini, kita sedang siapkan,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Mengenai lokasi pabrik, Purbaya menyebutkan pabrik tersebut berlokasi di Jakarta. “Jakarta kayaknya,” imbuhnya.
Sebelumnya Purbaya menyinggung industri baja dari China yang dinilai banyak luput dari pengawasan pajak. Dia mengungkap terdapat perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri, menjual langsung secara tunai, namun tidak memenuhi kewajiban PPN.
"Nggak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Kamis (8/1).
la menekankan pembenahan tidak hanya menyasar wajib pajak, tetapi juga internal otoritas. Organisasi pajak dan bea cukai akan dirapikan agar bekerja lebih serius dan berintegritas.
Terkait nilai underinvoicing sawit, Purbaya menyebutkan temuan awal berasal dari sekitar 10 perusahaan besar. Dengan pendekatan kapal per kapal, pemerintah melihat pola pengurangan nilai ekspor yang cukup ekstrem.



