Dampak Banjir Bayangi Stabilitas Harga Pangan di Kalsel Jelang Ramadan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Anto

TVRINews, Banjarmasin

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai berdampak pada rantai pasok komoditas pangan. Kawasan pertanian yang terendam serta terganggunya akses distribusi dikhawatirkan memicu ketidakstabilan harga, terutama menjelang bulan Ramadan.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, ribuan hektare lahan pertanian terdampak banjir.

Kondisi ini memengaruhi ketersediaan sejumlah komoditas utama seperti beras, cabai, bawang merah, dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Tekanan pasokan tidak hanya berasal dari wilayah lokal. Banjir yang juga terjadi di sejumlah daerah lain di Tanah Air, khususnya di Pulau Jawa sebagai salah satu pemasok utama bahan pangan, berpotensi memperparah kondisi.

Situasi tersebut beriringan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, yang kerap diikuti kenaikan harga bahan pokok.

Akademisi Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin, Prof. Dr. Dra. Hj. Rahmi Widyanti, menilai kombinasi dampak banjir dan lonjakan konsumsi selama Ramadan perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, gangguan distribusi dan penurunan produksi pascabanjir dapat memicu inflasi pangan apabila tidak ditangani sejak dini. Secara ekonomi, banjir menekan sisi suplai, sementara Ramadan mendorong peningkatan permintaan.

"Kalau intervensi pemerintah tidak cepat dan tepat, maka kenaikan harga akan sulit dihindari," ujar Prof. Rahmi saat ditemui di Banjarmasin, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menambahkan, bulan puasa merupakan agenda tahunan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal, terutama terkait ketersediaan bahan pokok.

Untuk Kalimantan Selatan, komoditas beras dinilai relatif aman. Namun, ketergantungan pada pasokan luar daerah untuk bawang merah dan cabai masih menjadi kendala.

"Di sini perlu ada kebijakan atau regulasi dari pemerintah daerah, terutama untuk menjamin kelancaran distribusi komoditas yang masih dipasok dari luar," jelasnya.

Meski demikian, Prof. Rahmi juga menilai Ramadan dapat menjadi momentum pemulihan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM sektor kuliner dan perdagangan.

Peningkatan permintaan musiman terhadap komoditas pangan diharapkan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi pascabencana, asalkan diimbangi dengan pengendalian harga dan distribusi yang baik.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arsenal Takluk 2-3 dari Manchester United, Arteta Soroti Kesalahan Fatal Timnya
• 17 menit lalupantau.com
thumb
Anak Usaha ENRG Temukan Sumber Minyak Baru di Riau
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Australia Terbuka 2026: Jannik Sinner ke Perempat Final, Novak Djokovic Tantang Lorenzo Musetti
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Strategi Kemenkeu Bidik Rp170 Triliun dari Penerbitan SBN Ritel 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Gak Cuma Reza Arap, Sejumlah Saksi Juga Diperiksa Buntut Kematian Lula Lahfah
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.