Jakarta, VIVA – Luna Maya mengungkapkan bagaimana kesulitannya kembali memerankan sosok Suzzanna dalam film terbaru berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Meski bukan pertama kalinya memerankan karakter tersebut, Luna Maya tetap menghadapi kesulitan untuk mendalami karakternya. Dalam film terbaru ini, Luna Maya berusaha menghidupkan kembali karakter Suzzanna tanpa menjiplak sepenuhnya sosok sang legendaris aslinya. Scroll lebih lanjut yuk!
"Kesulitannya sama di setiap film, gimana menghidupkan karakter tapi bukan Suzzanna asli, melainkan yang memerankan film ini," kata Luna Maya, dalam acara Launching Official Trailer Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, di Epicentrum, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.
Menurut Luna Maya, Suzzanna merupakan salah satu legendaris film horor Indonesia yang memiliki ciri khas di setiap penampilannya. Cara Suzzanna berakting menurutnya selalu bisa menghadirkan peran yang membuat siapapun terpana.
"Bunda punya ciri khas, gimana beliau akting. Jadi mungkin yang saya usahakan sekarang, tidak akan sama 100 persen pasti beda karena kami orang yang beda. Saya berusaha menghidupkan legacy film tanpa menggantikan dan mengatakan saya lebih baik atau bunda lebih baik," jelas Luna Maya.
"Susah banget memenuhi ekspektasi orang ya. Bunda melekat di hati orang Indonesia bahkan fans garis kerasnya luar biasa. Jadi gimana cara saya memenuhi ekspektasi beliau," terangnya.
Sebagain informasi, film produksi Soraya Intercine Films ini menandai proyek adaptasi ulang ketiga yang digarap oleh rumah produksi tersebut. Sebelumnya, Soraya Intercine Films berhasil menarik perhatian publik melalui dua film horor legendaris, yakni Suzzanna: Bernapas dalam Kubur yang dirilis pada 2018 serta Suzzanna: Malam Jumat Kliwon yang tayang pada 2023.
Kehadiran remake terbaru ini kembali melanjutkan upaya menghadirkan sosok Suzzanna dalam balutan cerita yang lebih segar dan relevan bagi penonton masa kini.
Dalam alur ceritanya, Suzzanna digambarkan sebagai perempuan yang menjadi objek ketertarikan tersembunyi Bisman, seorang penguasa desa yang dikenal kejam dan ambisius. Demi memenuhi hasrat kekuasaannya, Bisman nekat melakukan praktik santet yang menewaskan ayah Suzzanna.
Tragedi tersebut memicu luka mendalam sekaligus amarah yang membara, hingga Suzzanna memutuskan untuk mempelajari ilmu hitam demi menuntut balas.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)