Kenapa 23 Marinir Unit Pendaratan Amfibi Ikut Tertimbun Longsor di Kaki Gunung Burangrang Cisarua?

tribuntimur.com
4 bulan lalu
Cover Berita

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 23 personel marinir TNI Angkatan Laut, akhirnya terkonfirmasi ikut tertimbun pada bencana longsor di kaki Gunung Burangrang (2.050 mdpl), Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026) dini hari lalu.

Dari 23 personel itu, hingga Senin (26/1/2026), empat personel pasukan elite TNI-AL ini, dinyatakan gugur dalam tugas. 

Sisanya, 19 personel masih dalam pencarian di hari kedua pascabencana.

Hingga kemarin, sudah 25 korban ditemukan. Laporan SAR menyebut masih ada 85 orang dalam pencarian. 

Sebanyak 1.000 warga, sudah diungsikan ke daerah aman.

Konfirmasi adanya aparat TNI jadi korban ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana M Ali, usai rapat di Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin siang.

Lantas kenapa, pasukan khusus amfibi ini berada di kaki Gunung Burangrang, yang berjarak hampir 250 km dari Pulau Sumatera menyeberang ke Pulau Jawa? 

KSAL menyebut, ke-23 personel itu tengah menjalani masa latihan perang di kaki dua gunung utama di Bandung, Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu (2.084 mdpl), sejak medio Januari.

Mereka selanjutnya akan ditempatkan sebagai pengaman  perbatasan (Pamtas) mobile RI-Papua Nugini di barat Papua.

Mereka tercatat sebagai personel Batalyon Infanteri (Yonif) 9/Bala Jala Yudha Perkasa Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/Berdiri Sendiri (BS) yang bermarkas di Pesawaran,  Lampung.

Sebelumnya, mereka telah menjalani rangkaian apel dan latihan pratugas kesiapan personel dan material tempur, di Ksatrian Yonif 9 Marinir, Batumenyan, Teluk Pandan, Pesawaran, Provinsi Lampung di ujung timur Sumatera.

Personel marinir dari Batalyon Infanteri 9 ini, termasuk pasukan dengan tipe unit pendaratan amfibi.

Pasukan baret ungu ini dari Lampung ini, berjuluk “Beruang Hitam’.

Mereka ikut tertimbun longsor bersama warga kampung dan wisatawan lokal yang berakhir pekan di kampung berjarak sekitar 30 km dari Kota Bandung ini.

Selain operasi kemanusiaan, mengevakuasi korban longsoran, aparat negara secara bersamaan juga menyiapkan tim investigasi pemicu bencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Invirotech 2026: Langkah Nyata KLH Jawab Tantangan Perubahan Iklim Lewat Inovasi
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yaya Sithole Jadi Pemain Pertama Kena Kartu Merah di Piala Dunia 2026, Meksiko Kunci Kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 12 Juni 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen 3 Menlu Barat Berdiskusi di Bawah Payung Hitam
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Bank Jakarta Dorong Transaksi Nontunai di Jakarta Fair 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.