Bagi Ulina Silolo (52 tahun) yang menjadi penyapu jalanan di Kota Medan sejak tahun 2001, asap kendaraan bermotor sudah jadi makanan sehari-hari.
Teriknya matahari membuat Ulina bercucuran keringat, tapi ia tidak patah semangat dalam mencari nafkah.
Suaminya telah tiada, ia menjadi tulang punggung keluarga.
Dari profesi itu, Ulina berhasil menyekolahkan lima anaknya. Bahkan ada yang jadi Sarjana Biologi di Universitas Pelita Harapan di Jakarta.
Anaknya mendapatkan beasiswa full dari awal kuliah hingga mendapatkan gelar sarjana tersebut.
Ulina tetap bekerja mencari uang halal untuk menyekolahkan anaknya yang masih duduk di bangku SMA, dengan berpenghasilan Rp 3 juta per bulannya.
"Yang penting kerja halal, bukan koruptor," kata Ulina saat berbincang dengan kumparan, Senin (26/1).
Anak-anaknya tidak malu akan pekerjaan ibunya.
"Enggak ada (melarang), anak saya bangga. Karena memang kemauan kan. Kalau enggak kerja mau ngapain coba, penghasilannya dari mana? Kan masih butuh makan. Adiknya masih ada dua lagi yang sekolah," ucap Ulina.
Ia tinggal di Simalingkar, Ulina menempuh perjalanannya selama satu jam sampai di tempat ia bekerja.
Ulina berpesan kepada perempuan untuk tidak menikah muda dan meratukan diri sendiri lebih dulu serta mengejar kariernya.
"Ratukan diri sendiri. Karena banyak kasus menikah muda, kasihan. Dia kasihan, anaknya kasihan karena belum bisa kelola emosi tadi, belum punya pendapatan enak," tutup Ulina.
Pesan untuk Anak MudaKemudian, Ulina juga berpesan kepada anak muda untuk tidak mudah menyerah dan tidak mudah terbawa emosi. Ia mengatakan, anak zaman sekarang mudah untuk emosi.
"Sama kayak bayi, pertamanya kan masih kecil dulu, belum pandai ngapa-ngapain. Belajar, jatuh, bangun lagi, jatuh, bangun lagi. Jangan nyerah, kalau nyerah ya selesai," ucap Ulina.
"Kalau anak-anak muda sekarang ini, kadang-kadang kalau kerja dibentak sedikit mewek, nangis, marah, emosi. Pandai-pandai mengelola emosi," tutup Ulina.





