jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang juga keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono atau Tommy Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung.
Tommy terpilih setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai Deputi Gubernur BI oleh Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).
BACA JUGA: Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Kini Jabat Deputi Gubernur Bank Indonesia
Selain Tommy, dua kandidat Deputi Gubernur BI yang ikut uji kelayakan dan kepatutan ialah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut nama Tommy dipilih setelah legislator melaksanakan rapat internal.
BACA JUGA: Bank Indonesia: Inflasi 2025 Terjaga 2,92 Persen, Sesuai Target
"Diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas Djiwandono," kata Misbakhun di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).
Legislator fraksi Golkar itu menuturkan keputusan Komisi XI memilih Tommy menjadi Deputi Gubernur BI akan dibawa ke Rapat Paripurna pada Selasa (27/1).
BACA JUGA: GoPay Catat Ratusan Ribu Transaksi QRIS Tap, Perkuat Program Bank Indonesia
"Nanti akan dibawa ke Paripurna DPR RI untuk disahkan besok," ujar Misbakhun.
Dia mengatakan Komisi XI memilih Tommy karena bisa diterima semua partai politik dan mampu membeberkan cara membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.
"Menurut saya itu isu yang sangat kuat bagaimana membangun sinergi yang saling mengutakan antara moner dan fisikal," ujar Misbakhun.
Sebelumnya, Tommy dalam uji kelayakan dan kepatutan mengaku sudah tidak menjabat Bendum Gerindra per Maret 2025.
Sebab, dia mengaku hendak ditugaskan sebagai Wamenkeu dan perlu mundur dari posisi Bendum Gerindra.
"Saya minta izin tidak menjadi Bendum, karena saya sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi," ujar Tommy dalam uji kelayakan di Komisi XI, Senin.
Kemudian, dia mengaku pada 31 Desember 2025 sudah tidak menjabat kader Gerindra demi menjaga independensi sebagai kandidat Deputi Gubernur BI.
"Menambah itu saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember tahun ini dan ini komitmen saya terhadap independensi BI," ujarnya. (ast/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




