Penulis: MH Naim
TVRINews, Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan pembangunan pagar permanen di sepanjang perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sebagai upaya menekan konflik antara gajah liar dan masyarakat desa penyangga.
Pagar dengan panjang sekitar 70 kilometer tersebut direncanakan dibangun secara bertahap mulai tahun 2026.
Rencana tersebut dibahas dalam dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat desa penyangga yang berlangsung di Kantor Balai TNWK, Lampung Timur. Pertemuan dipimpin langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Radin Inten, Bupati Lampung Timur, Kepala Balai TNWK, serta perwakilan warga dari lima kecamatan yang selama ini terdampak konflik gajah.
Dialog yang berlangsung hampir dua jam itu menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mengurangi konflik satwa liar dan manusia. Hasil pertemuan selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai tindak lanjut dukungan pemerintah pusat dalam penanganan konflik gajah di kawasan Way Kambas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan pagar permanen menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah gajah keluar dari kawasan taman nasional dan memasuki permukiman warga.
“Pagar ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan agar gajah tetap berada di habitat alaminya dan tidak lagi masuk ke desa penyangga,”kata Rahmat.
Ia menambahkan, pembangunan pagar akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keamanan satwa, kondisi lingkungan, serta pemilihan material yang tepat agar tidak mengganggu ekosistem TNWK.
Usai dialog, Gubernur Lampung bersama rombongan juga meninjau langsung aktivitas gajah jinak yang berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menilai pembangunan pagar permanen merupakan solusi penting untuk mengurangi kerugian masyarakat akibat konflik gajah yang kerap terjadi.
Namun demikian, ia mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Timur belum memungkinkan pembangunan pagar tersebut dilakukan secara mandiri.
“Karena itu, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar rencana ini bisa segera direalisasikan,”ujar Ela.
Saat ini, rencana pembangunan pagar permanen masih berada pada tahap survei lokasi guna mengumpulkan data lapangan secara menyeluruh. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan desain dan konstruksi pagar yang aman, efektif, serta berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan pagar perbatasan Taman Nasional Way Kambas dapat mulai dilaksanakan pada tahun 2026.
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3012190/original/069020700_1578048500-20200103-Banjir-Green-Garden-3.jpg)
