Karhutla Ancam Aceh hingga Riau, Manggala Agni Bergelut Padamkan Api

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

PALEMBANG, KOMPAS – Di tengah suasana dampak bencana ekologis banjir dan longsor yang belum sepenuhnya tuntas, sejumlah wilayah Sumatera mulai mengalami cuaca panas. Hal itu membuat Manggala Agni mulai bergelut memadamkan kebakaran hutan dan lahan, antara lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (26/1/2026) malam, mengatakan, dari Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah Gambut (SiMATAG) milik Kementerian Lingkungan Hidup, tinggi muka air tanah sejumlah lahan gambut terpantau turun. Hal itu terjadi di sejumlah wilayah dari Aceh, Sumut, Riau, hingga Jambi.

Penurunan tinggi muka air tanah itu telah berada pada level rawan, sangat rawan, dan berbahaya. Pemantauan titik panas harian pun menunjukkan, terjadi peningkatan jumlah dan sebaran titik panas yang merata di hampir semua wilayah Sumatera.

Baca JugaKarhutla di Area Konsesi Tetap Tinggi meski Kondisi Kemarau Basah

Pengamatan Sistem Peringatan Dini Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (FDRS) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memperlihatkan, terjadi peningkatan kerawanan potensi karhutla. Secara umum, sebagian besar wilayah Sumatera berstatus rawan karhutla seiring cuaca yang mulai mengering atau berkurangnya intensitas curah hujan.

”Karena ada peningkatan titik panas dan potensi kekeringan jelang musim kemarau, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Untuk itu, kami melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang lebih intensif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Ferdian.

Ferdian menuturkan, Manggala Agni telah diintensifkan untuk melakukan pemadaman karhutla dalam beberapa hari terakhir. Karhutla di sejumlah lokasi dinyatakan padam pada Minggu (25/1/2026), antara lain karhutla seluas 4,5 hektar di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Karhutla seluas 2 hektar di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau pun sudah berhasil dipadamkan.

Selebihnya, hingga Senin petang, Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh Barat masih terus berupaya memadamkam karhutla di Desa Suak Raya dan Desak Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh.

Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Pelalawan, Riau pun masih berjibaku memadamkam karhutla di kawasan Teluk Meranti dan Kerumutan di wilayah Pelalawan. Adapun Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Manggala Agni Sumatera III/Labuhan Batu sedang bergerak menuju lokasi karhutla di Panai Tengah, Kabupaten Labuan Batu dan Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumut.

Dalkarhutla Wilayah Sumatera maupun Manggala Agni berkomitmen untuk bergerak cepat demi mencegah karhutla meluas. Mereka pun terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

Secara umum, Dalkarhutla Wilayah Sumatera maupun Manggala Agni berkomitmen untuk bergerak cepat demi mencegah karhutla meluas. Mereka pun terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

”Kami mulai mengintensifkan patroli pencegahan karhutla untuk mengantisipasi peningkatan kerawan atau potensi perluasan titik panas di Sumatera. Patroli dilakukan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, seperti bahan bakaran dan sumber air untuk pemadaman. Patroli pun dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan masyarakat. Dengan begitu, kami bisa melakukan respons cepat saat diketahui ada kejadian karhutla,” kata Ferdian.

Karhutla di Aceh

Salah satu lokasi karhutla cukup parah terjadi di kawasan Aceh Barat. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat hingga Minggu (25/1/2026) pukul 22.00 WIB mencatat, total luas karhutla di sana mencapai 19 hektar.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan, karhutla di Aceh Barat terjadi di sejumlah wilayah di enam kecamatan, yakni Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meurubo, Pante Ceureumen, dan Bubon. Rincian luas karhutla tersebut, antara lain 7,5 hektar di Gampong/Kampung Suak Raya.

Baca JugaHutan yang Dikelola Industri Lebih Berisiko Mengalami Kebakaran Besar

Kemudian, 4,5 ha di Kampung Ujong Beurasok, 3 ha di Kampung Suak Nie, masing-masing 1 ha di Kampung Alue Peunyareng, Kampung Peulante, dan Kampung Blang Luah, serta masing-masing 0,5 ha di Kampung Aron Baroh dan Kampung Ujong Tanoh Darat.

Sejauh ini, penanganan masih terus dilakukan. ”Setidaknya, 14 hektar lahan sudah tertangani, meliputi 5 hektar di Suak Raya, 4 hektar di Ujong Beurasok, 3 hektar di Suak Nie, 1 hektar di Alue Peunyareng, serta masing-masing 0,5 hektar di Blang Luah dan Aron Baroh,” ujar Ronald seperti dilansir Kompas.com, Senin.

Ronald menerangkan, karhutla di Aceh Barat telah berdampak terhadap kerusakan vegetasi tanaman dan menimbulkan asap yang mengganggu pernapasan warga. Bahkan, tebalnya asap karhutla menyebabkan sekolah dasar di Suak Raya terpaksa diliburkan untuk sementara.

”Kendala yang dihadapi di lapangan saat ini adalah angin kencang dan sumber air untuk pemadaman yang minim. Karena itu, petugas lapangan terpaksa melakukan pemadaman secara manual dengan memadamkan api menggunakan sepatu dan menyiramkan air seadanya,” katanya.  


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Miris Komentar Trump Buntut Penembakan Maut di Minneapolis
• 55 menit laludetik.com
thumb
Sungai Cirarab Kini Menyempit, Andra Soni Ungkap Rencana Normalisasi
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kementerian Lingkungan Hidup Turunkan Tim Ahli Teliti Lanskap Pascabencana Longsor Cisarua
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Mulai Senin, 26 Januari 2026, Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Jadi Segini
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bos Maktour: Pembagian Kuota Haji Tanggung Jawab Kemenag, Kami tak Tahu Apa-Apa
• 35 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.