MERAHPUTIH.COM - BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melanjutkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) hari ke-11 sebagai langkah mitigasi dampak cuaca ekstrem di Ibu Kota. Pelaksanaan OMC hari ini dilakukan melalui dua sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Sorti pertama dilaksanakan pada Senin (26/1) pagi dengan misi OMC hidrometeorologi DKI Jakarta. Pesawat melakukan penyemaian awan di wilayah overhead Tangerang Selatan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki.
Area semai berada pada radial 210–280 derajat dengan jarak 10–30 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma dan heading awal 240 derajat. Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.
Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah overhead Perairan Laut Jawa. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030–060 derajat dan jarak 30–50 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma, serta heading awal 045 derajat. Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan pelaksanaan OMC hari ke-11 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi potensi curah hujan tinggi. Modifikasi cuaca hari ke-11 ini merupakan langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir.
Baca juga:
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
"Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman," ujar Isnawa Adji, Senin (26/1).
Lebih lanjut, Isnawa menegaskan BPBD DKI terus melakukan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga deras yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir.
Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, dan media sosial resmi @bpbddkijakarta.
"Wilayah yang terdapat genangan/banjir dapat diakses secara real-time melalui aplikasi JAKI, serta melalui website pantau banjir di https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt," tutupnya.(asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari




