Nadiem Cecar Pihak Google for Education yang Bersaksi di Sidang Chromebook

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di ruang sidang, Nadiem Makarim mencecar pihak Google soal rapat pembahasan berkaitan dengan pengadaan Chromebook. 

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tersebut memberondong pertanyaan ke Strategic Partner Manager Google for Education, Ganis Samoedra Murharyono, terkait dengan rapat dan pembahasan dengan Colin Marson selaku Head Of Education Google Asia Pacific

Nadiem bertanya langsung ke Ganis yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan untuk kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Baca juga: Nadiem Sepakat Pakai Produk Chrome Usai Bertemu Pihak Google

Debat soal peristiwa 2020

Perdebatan terjadi ketika Nadiem meminta Ganis untuk menjelaskan isi rapat tersebut.

Nadiem menyoroti, dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Ganis menyebut kalau Nadiem ada bertemu beberapa kali dengan Colin, yaitu pada Februari dan Maret 2020.

Tapi, Nadiem bersikeras, pertemuan terjadi pada Februari 2020, sementara pertemuan Maret tidak terjadi.

“Saya ingin Bapak memikir lagi apakah Bapak yakin bahwa ini terjadi di bulan Maret. Karena, yang patut bapak ketahui adalah pembicaraan kedua saya, setelah tadi sesuai yang ditampilkan Kejaksaan ada bukti WA di mana saya dibilang ingin follow up setelah meeting Februari,” ujar Nadiem dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Eks Pejabat Kemdikbud Tak Tahu Terima Duit Vendor Chromebook Harus Lapor KPK

Dalam pertemuan pada Februari 2020 itu, Ganis tidak ikut rapat bersama Nadiem. Tapi, dia mendapatkan informasi soal hasil rapat dari Colin.

Berdasarkan informasi dari Colin, Nadiem selaku menteri telah menyatakan akan menggunakan solusi Google for Education, termasuk Chromebook.

“Apakah Bapak yakin bahwa Colin Marson di bulan Maret menyebut bahwa saya sudah menyetujui Chrome atau tidak? Bapak boleh bilang tidak yakin, Bapak boleh bilang saya tidak tahu. Tapi, ini kesempatan terakhir Bapak,” cecar Nadiem.

Ganis menyatakan tetap pada keterangannya sesuai BAP.

Baca juga: Cara Google Dapat Untung di Pengadaan Kemendikbud, Jualan Lisensi Chrome hingga Sertifikasi Guru

Nadiem sebut tak bahas Chromebook tapi Chrome for Education

Nadiem menilai, pernyataan Ganis itu hanya separuh yang benar. Dia menegaskan yang disetujuinya adalah Google for Education, tidak termasuk Chromebook.

“Yang benar adalah setengah dari statement Bapak. Bahwa Chrome for Education, karena pada saat itu masa Covid,” kata Nadiem.

Nadiem menegaskan, dalam perbincangan dengan Colin, tidak ada pembahasan soal Chromebook karena saat itu kementerian tengah fokus untuk mengupayakan proses pembelajaran jarak jauh untuk menghadapi pandemi Covid-19.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ini tidak ada hubungannya dengan Chromebook. Pada saat itu, Google menjadi satu dari tujuh mitra kita untuk menyiarkan pembelajaran jarak jauh melalui Google Classroom,” lanjut Nadiem.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pidato Presiden di WEF Dinilai Tegaskan Arah Kepemimpinan Baru
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Status WNI Kezia Syifa Gugur Gegara Gabung Militer AS? Yusril Ihza Beri Penjelasan Tegas
• 14 jam laludisway.id
thumb
Badai Arktik Lumpuhkan Jaringan Listrik di Rusia, Ribuan Warga Terdampak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Kapolri Ditawari Kursi Menteri Kepolisian: Mending Jadi Petani
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Update Longsor Cisarua: Basarnas Serahkan 29 Kantong Jenazah ke Tim DVI Polda Jabar
• 50 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.