Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan pembaruan data penanganan korban bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Senin 26 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar telah menerima total 39 kantong jenazah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Update pada pukul 18.00 WIB, tadi awalnya ada 34, namun dalam jeda waktu satu jam tim Basarnas mengirimkan tambahan lagi menjadi 39 kantong jenazah. Ini merupakan update terakhir hari ini karena operasi di atas sudah dihentikan," ujar Kombes Pol Hendra kepada Metro TV.
Baca juga:
Fokus Pencarian Korban Longsor Cisarua Besok di Dua Sektor
Kendala Identifikasi: Pembusukan dan Minim Data Pembanding
Kombes Pol Hendra mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi Tim DVI dalam proses identifikasi memasuki hari ketiga pencarian. Kondisi jenazah yang mulai mengalami pembusukan (decomposition), pembengkakan, dan kaku mayat yang kuat menyulitkan identifikasi visual.
Selain faktor kondisi fisik jenazah, kendala juga datang dari data antemortem. Hendra menyebut kesulitan muncul ketika keluarga pembanding berada jauh dari lokasi atau belum menyerahkan data lengkap.
"Saat ini kesulitannya adalah ketika pembandingnya (keluarga) terlalu jauh sehingga kita perlu waktu. Jika data pembanding belum dapat, kita harus menggunakan tes DNA yang memerlukan proses kurang lebih 14 hari," jelasnya.
Karena keterbatasan ruang penyimpanan jenazah di Posko DVI lapangan, sebagian jenazah yang belum teridentifikasi atau menunggu data pembanding dirujuk ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih.
Imbauan Membawa Data Identitas
Guna mempercepat proses identifikasi, Polda Jabar mengimbau keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera datang ke posko dengan membawa data-data valid.
"Kami mengimbau agar keluarga membawa pembanding atau data orang terdekat. Bisa berupa ijazah, foto diri, atau e-KTP agar bisa dibandingkan secara elektronik," imbau Hendra.
Hendra menambahkan, berdasarkan data awal, total warga yang dilaporkan hilang mencapai 108 orang. Dengan ditemukannya 39 kantong jenazah, diperkirakan masih ada sekitar 60-an warga yang tertimbun. Pihaknya menegaskan Tim DVI akan terus bekerja melayani identifikasi selama Tim SAR masih menemukan korban di lokasi bencana.



