BEKASI, KOMPAS.com - Sekelompok pemuda di Kota Bekasi yang tergabung dalam komunitas Generasi Burgeract menjadi sorotan publik setelah aksi mereka membersihkan halte bus yang kotor dan memperbaiki jalan rusak viral di media sosial.
Komunitas yang beranggotakan lima anak muda ini tidak sekadar berkumpul untuk berbagi cerita, tetapi turun langsung ke lapangan memperbaiki fasilitas umum yang dinilai kerap luput dari perhatian. Bahkan, sejumlah aksi dilakukan pada malam hari.
Generasi Burgeract terdiri dari empat pria dan satu perempuan, yakni Geraldi Weimy (24), Jaka Prasetiyo (29), Syafi’i Maarif Al-Hafiz (27), Ilham Haristianto (26), dan Cornelia Agustine (28).
Aksi sosial tersebut berawal dari keprihatinan para anggotanya terhadap kondisi halte bus dan jalan rusak yang dibiarkan tanpa perawatan memadai.
“Untuk officially timnya sebenarnya baru dibentuk akhir-akhir ini. Tapi sebelumnya kami sudah sering bareng-bareng, sampai akhirnya memutuskan bikin satu komunitas, yaitu Generasi Burgeract ini,” ujar Geraldi Weimy saat ditemui Kompas.com di Bekasi, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Mengintip Dapur Pengolahan Ikan Sapu-sapu di Kolong Jembatan Kalibata
Weimy menjelaskan, gagasan membentuk komunitas muncul dari keinginan untuk mengambil tindakan nyata, bukan sekadar mengeluhkan kondisi fasilitas umum.
Pemilihan nama Generasi Burgeract, kata Weimy, juga memiliki makna filosofis.
“Ini dinamakan Generasi Berger-Act karena kita adalah generasi sandwich,” ujarnya.
Menurut Weimy, burger merepresentasikan lapisan elemen yang berbeda namun saling menyatu.
Roti cokelat melambangkan masyarakat, sayuran hijau menggambarkan lingkungan yang harus dijaga, merah putih mencerminkan semangat nasionalisme, dan warna kuning keemasan menyiratkan nilai Garuda serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Apapun tujuan kita, Intinya kita harus satu dan beraksi bersama,” kata Weimy.
Baca juga: Viral Dicurigai Berbahan Spons, Es Kue Gabus Sebenarnya Terbuat dari Apa?
Ia menegaskan, meski gerakan yang mereka lakukan terlihat sederhana, dampaknya tetap penting untuk membangun kesadaran publik.
“Walau kecil, gerakan kecil itu harus dimulai dulu supaya lama kelamaan bisa menjadi bukit,” katanya.
Dalam praktiknya, tim Burgeract kerap melakukan pembersihan halte dan perbaikan jalan rusak pada malam hari.
Selain karena sebagian besar anggota bekerja pada siang hari, aktivitas malam dipilih untuk menghindari kepadatan lalu lintas.


