Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat di Kota Gudeg mewaspadai potensi cuaca ekstrem akibat belokan angin (shearline) di wilayah Jawa.
"Adanya belokan angin (shearline) menyebabkan pengumpulan massa udara di sekitar wilayah Jawa, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin, 26 Januari 2026, melansir Antara.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius
"Suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius dengan anomali suhu muka laut 0,5 hingga 1 derajat Celsius," ujar Warjono.
Baca Juga :
BMKG Prediksi Cuaca Ekstem di Jabodetabek pada 27-30 JanuariSelain itu, profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,0 hingga 3,0 kilometer (km) tercatat sebesar 70 hingga 95 persen.
"Sehingga, peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan," ucap Warjono.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah DIY pada periode 27 hingga 29 Januari 2026.
Pada 27 Januari 2026, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Sleman dan Kulon Progo bagian utara. Sementara pada 28 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Adapun pada 29 Januari 2026, potensi hujan sedang diprakirakan masih terjadi di Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara. Warjono mengimbau warga untuk mewaspadai tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY yang diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau kategori tinggi selama periode tersebut.
Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang," tutur Warjono.




