China akan mempercepat pengembangan sistem prakiraan cuaca tipe baru pada 2026 untuk meningkatkan kemampuannya dalam memprediksi dan memberikan peringatan cuaca dan iklim ekstrem.
Dikutip dari Xinhua, Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA) menyatakan akan menguji coba sistem peringatan dini baru dan menerapkan kecerdasan buatan (AI).
Ini dilakukan sebagai upaya untuk menyempurnakan prakiraan topan dan hujan lebat, serta mengembangkan produk-produk prediksi baru untuk cuaca ekstrem.
Baca Juga: Ini Cara Pramono Atasi Masalah Banjir yang Masih Mengancam di Pekan Ini
CMA mencatat selama setahun terakhir, China telah secara efektif merespons bencana cuaca ekstrem dengan memberikan prakiraan musim banjir secara dini dan mengurangi kesalahan dalam prediksi jalur topan.
Lembaga yang sama dengan BMKG-nya Indonesia itu menyatakan telah memperkuat koordinasi dengan departemen pemerintah lainnya untuk meningkatkan kesiapan bencana dan pengelolaan sumber daya.
Pada 2026, serangkaian upaya juga akan difokuskan pada percepatan pengembangan sistem layanan meteorologi baru untuk pertanian.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)



