REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) memprakarsai pelestarian bahasa daerah melalui sayembara penulisan dan penerjemahan buku cerita anak dwibahasa pada tahun 2026. Sayembara ini bertujuan menghasilkan 32 judul buku cerita anak dalam bahasa daerah yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Menurut Aris Edo Riyandhika, Penerjemah Ahli Pertama di BBP NTT, inisiatif ini diadakan untuk menjaring naskah baru cerita bergambar sekaligus melestarikan bahasa daerah di NTT. "Di NTT, budaya tutur lebih dominan sementara budaya tulis masih kurang. Dengan sayembara ini, bahasa daerah dapat terdokumentasi dalam bentuk buku cerita bergambar," jelas Edo.
Pendaftaran sayembara dibuka dari 25 Januari hingga 21 Februari 2026, dengan kategori buku untuk Jenjang A (pembaca dini) dan Jenjang C (pembaca semenjana). Tahun ini, sembilan bahasa daerah menjadi prioritas untuk diterjemahkan, termasuk bahasa Gaura (Sumba) dan Komodo (Flores).
Pada 2025, BBP NTT telah menerbitkan 43 buku cerita anak dalam 19 bahasa daerah, dan pada 2024 sebanyak 58 judul dalam 34 bahasa daerah. BBP NTT mengajak masyarakat, khususnya penulis lokal, untuk berpartisipasi dalam sayembara ini dengan mengikuti informasi di akun Instagram @balaibahasaprovinsintt atau mendaftar melalui link https://bit.ly/DaftarSPCAD2026.
"Peserta yang naskahnya lolos akan mengikuti bimbingan teknis penulisan secara daring pada bulan Maret," tambah Edo. Melalui kelas daring, peserta akan mendapatkan pembekalan revisi dan kurasi untuk menghasilkan naskah yang berkualitas. Diseminasi buku ditargetkan menjelang akhir tahun.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.