Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini, sekitar 170 ribu jemaah risiko tinggi (risti) akan menunaikan ibadah haji. Dari jumlah itu, 33 ribu di antaranya adalah jemaah lanjut usia (lansia).
“(Jemaah risti adalah) mereka-mereka yang punya penyakit komorbid. Bayangkan, 170 ribu risti. Di sinilah urgensi kenapa petugas-petugas haji adalah orang-orang yang punya tanggung jawab tinggi, disiplin tinggi, fisik tinggi, dan stamina tinggi, karena mereka melayani 170 ribu jemaah haji risti dari 203.320 (jemaah haji reguler 2026),” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Advertisement
“Kemudian, lima puluh enam persen dari total 221 ribu jemaah haji (reguler dan haji khusus) itu perempuan. Artinya, semuanya membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang sangat tinggi dari para petugas haji," sambungnya.
Maka itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau para jemaah haji risti dan lansia untuk selalu mengikuti panduan dan arahan dari petugas haji, terutama terkait kapasitas fisik dan stamina.
Sebelumnya, Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023–2024, Alissa Wahid, menyebut bahwa negara harus membayar utang moral pada jemaah haji lansia dengan pelayanan yang optimal. Pelayanan pada jemaah haji lansia, kata dia, harus sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Negara sudah memutuskan melayani para jemaah haji, ini jemaah hajinya sudah ada, ini utang yang harus kita lunasi pada beliau-beliau ini, para (jemaah haji) lansia. Ini bukan sekedar kegiatan kementerian, tetapi utang pada para jemaah haji (lansia),” katanya seusai mengisi kelas saat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 20 Januari 2026.
Para petugas haji, sebut Alissa, perlu menyiapkan diri, meluruskan niat, berangkat ke Tanah Suci untuk melayani para lansia dengan sebaik-baiknya agar ibadah haji mereka lebih lancar.
“Ada juga beban negara untuk memastikan kesehatan mereka, menekan jumlah kematian (jemaah haji dan jemaah haji lansia), menekan jumlah penyakit juga,” ujarnya.
Pelayanan yang optimal tentu dimulai dari para petugas haji. “Para petugas haji adalah sumber rasa aman, sumber rasa nyaman bagi para jemaah haji, terutama jemaah haji lansia dan perempuan,” dia menambahkan.



