Bencana tanah longsor yang menerjang kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, ternyata turut menimpa lokasi latihan militer TNI Angkatan Laut. Sebanyak 23 prajurit Marinir dilaporkan menjadi korban setelah tertimbun material longsor saat sedang menjalani latihan.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengonfirmasi insiden tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa para prajurit sedang melaksanakan latihan pratugas persiapan pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG).
"Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Memang dilaksanakan latihannya di sana (Cisarua) dan saat itu kondisinya hujan lebat selama hampir dua malam," ujar Laksamana Muhammad Ali.
Baca juga:
Hari Ketiga Operasi SAR, Total 34 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dievakuasi
4 Prajurit Ditemukan Meninggal
Hingga Senin siang, 26 Januari 2026, proses pencarian baru berhasil mengevakuasi empat jenazah prajurit. Sementara itu, belasan personel lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
"Saat ini sudah diketemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan," ungkap KSAL.
Laksamana Muhammad Ali mengakui bahwa proses evakuasi mengalami kendala signifikan. Alat berat sulit menjangkau titik lokasi tertimbunnya para prajurit karena akses jalan yang sempit dan kondisi tanah yang masih labil akibat cuaca ekstrem.
Untuk mengatasi hal tersebut, TNI AL mengerahkan teknologi canggih guna mendeteksi keberadaan korban. "Kita akan terus melaksanakan pencarian dengan teknologi, dengan drone menggunakan thermal (pemindai panas), dan juga dengan anjing pelacak," tegasnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5248817/original/035812400_1749619646-499673275_122128448780803027_1853099732150192080_n.jpg)
