Banjir Tak Kunjung Hilang, Pemkab Bekasi Ambil Langkah Ini ke Pengembang Perumahan

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pihaknya menghentikan sementara aktivitas pengembangan pembangunan perumahan di wilayah rawan wanjir. 

Menurut dia, pihak pengusaha harus mampu menuntaskan persoalan banjir.

Advertisement

"Yang berizin saja, kalau perumahan itu masih banjir, tidak boleh ada pengembangan dulu. Rapikan banjir dulu, baru izinnya bisa berjalan lagi. Apalagi yang tidak berizin, pasti kami stop," kata dia di Cikarang, Senin (26/1/2026).

Asep menjelaskan, keputusan ini diambil sebagai respons atas maraknya kawasan perumahan yang menjadi langganan banjir, sekaligus mencegah dampak lebih luas akibat pembangunan tidak memperhitungkan daya dukung lingkungan.

Menurut dia, seperti dilansir dari Antara, banjir di Kabupaten Bekasi tidak terlepas dari faktor ketidakteraturan tata ruang sejak awal pembangunan perumahan.

Di mana, sebanyak 85 persen kawasan perumahan yang tersebar di 51 desa dengan total 216 titik teridentifikasi sebagai wilayah langganan banjir.

"Kalau kita lihat, banjir ini pasti karena tata ruang. Ketika Sungai Citarum dan CBL tinggi, wilayah perumahan langsung banjir. Ini berarti ada kesalahan dalam perencanaan tata ruang yang tidak diantisipasi sejak awal," ungkap Asep.

Pemkab Bekasi tengah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap penyebab banjir, baik disebabkan kondisi sungai, alih fungsi lahan maupun sistem drainase di kawasan perumahan.

 

Akan Panggil Para Pengembang

Asep mengaku akan memanggil para pengembang perumahan untuk dimintai komitmen menyelesaikan persoalan banjir di wilayah masing-masing sebagai bentuk penegakan tanggung jawab.

"Hari ini saya sudah mulai panggil beberapa pengembang. Saya sampaikan, tuntaskan dulu banjir. Tidak boleh mengembangkan rumah lagi sebelum masalah banjir diselesaikan," kata dia.

Asep juga menegaskan perumahan yang belum melakukan serah terima prasarana, sarana dan utilitas kepada pemerintah daerah, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengembang, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

"Pemerintah tidak bisa menanggung kesalahan pembangunan yang tidak beres sejak awal. Kalau fasos-fasum di perumahan belum diserahkan ke pemda, itu tanggung jawab pengembang," kata dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Yamaha TMax Terbaru Kantongi Harga Segini pada Januari 2026
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Cisarua Dilanda Longsor, Bantuan Disalurkan oleh Sespimti Polri Dikreg ke-35
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Atlet Bukan Sekadar Juara, Negara Wajib Jamin Hidupnya
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Adik Lula Lahfah Unggah Pesan Haru Mengenang Kebersamaannya dengan Sang Kakak: Hancur Banget Hati Aku
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Medistra Hospital kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui kolaborasi internasional dengan menyelenggarakan Round Table Discussion (RTD) sekaligus Signing Ceremony, kerja sama strategis bersama IHH Healthcare Singapore. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Medistra Hospital dan IHH SG, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, serta penguatan sistem layanan kesehatan berstandar internasional. Seiring dengan perkembangan layanan kesehatan global, rumah sakit dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing. Medistra Hospital memandang kolaborasi internasional sebagai strategi kunci dalam pengembangan layanan unggulan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan praktik terbaik dalam tata kelola klinis. Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi dari Dr. C. Rinaldi A. Lesmana, PhD, Sp.PD, KGEH, FACP, FACG, FINASIM, spesialis penyakit dalam, konsultan Gastroentero-Hepatologi dari Medistra Hospital. Sebagai dokter dengan kompetensi mendalam di bidang penyakit hati dan saluran cerna, beliau memaparkan materi “New Perspective of Liver Diseases in Indonesia” yang menyoroti tantangan dan dinamika penyakit hati di Indonesia “Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati. Deteksi dini dan tata laksana komprehensif menjadi kunci untuk memperbaiki kesehatan pasien,” ujarnya. Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Tan Ek Khoon, General Surgeon, (HPB (Hepato-Pancreato-Biliary) & Transplant) dari Gleneagles Hospital Singapore yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bedah hepatobilier dan transplantasi hati. Dalam presentasinya bertema “Living Donor Liver Transplantation: Current Practice and Future Directions”, Dr. Tan Ek Khoon membahas perkembangan terkini serta arah masa depan transplantasi hati donor hidup sebagai solusi terapi penyakit hati stadium lanjut. Sesi ketiga dibawakan oleh dr. Maria Mayasari, Sp.B-KBD, spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Medistra Hospital, membawakan tema “The intriguing Evolution of Liver Surgery”. Dengan keahlian di bidang bedah digestif, dr. Maria menggarisbawahi peran inovasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam meningkatkan luaran klinis pasien. “Dengan kemajuan teknologi dan teknik bedah, tindakan operasi hati kini dapat dilakukan dengan lebih aman dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.”, jelasnya. Direktur Medistra Hospital, dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen jangka panjang rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik. “Kerja sama ini merupakan langkah Medistra Hospital dalam memperkuat layanan kesehatan berstandar internasional. Melalui kolaborasi dengan IHH SG, kami berharap dapat menghadirkan layanan yang semakin aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, khususnya dalam pengembangan layanan penyakit hati.” Sejalan dengan pernyataan Dr Adhitya, Chief Executive Officer Gleneagles Hospital Singapore, Mr. Thomas Wee, menyampaikan bahwa kesinambungan layanan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengutamakan kesejahteraan, keselamatan, dan martabat pasien di setiap tahapan perawatan. Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan saat ini tidak lagi dibatasi oleh batas geografis. “Pariwisata medis tidak lagi semata-mata tentang merawat pasien yang bepergian lintas negara. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun ekosistem regional di mana rumah sakit saling berkolaborasi, pengetahuan dapat mengalir secara terbuka, dan pasien memiliki akses terhadap layanan kesehatan terbaik, di mana pun mereka berada,” ujar Mr Wee. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen resmi kedua institusi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan layanan klinis unggulan, second opinion dan rujukan internasional, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, transfer pengetahuan dan clinical governance, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta kerja sama penelitian dan inovasi layanan kesehatan. Mengusung tema “Liver Diseases in Indonesia: Current Challenges and the Evolving Role of Liver Transplantation”, acara ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di Medistra Hospital Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, delegasi IHH SG, serta mitra jejaring rujukan. Melalui kerja sama ini, Medistra Hospital berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit yang menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Tentang Rumah Sakit Medistra IHH Healthcare Singapore (IHH SG) merupakan bagian dari IHH Healthcare, pemimpin global dalam layanan kesehatan terintegrasi yang hadir di 10 negara di seluruh dunia. Sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di Singapura, IHH SG mengoperasikan jaringan terintegrasi yang terdiri dari empat rumah sakit akut berkelas dunia dan telah meraih berbagai penghargaan, yaitu Gleneagles Hospital, Mount Elizabeth Hospital, Mount Elizabeth Novena Hospital, dan Parkway East Hospital. Lebih dari 1.800 dokter spesialis terakreditasi di dalam jaringan ini memberikan layanan medis multidisiplin yang berkualitas tinggi. Jaringan layanan IHH SG tidak hanya mencakup perawatan akut dan tersier, tetapi juga meluas ke layanan primer, layanan spesialistik, serta berbagai layanan penunjang kesehatan. Melalui merek Parkway, IHH SG mengelola jaringan Parkway Shenton yang terdiri dari lebih dari 50 klinik yang tersebar di seluruh Singapura, serta iXchange sebagai unit managed care dan layanan manfaat karyawan. Didukung oleh Parkway Cancer Centre, Parkway MediCentre, Parkway Radiology, Parkway Laboratories, Parkway Rehab, dan Parkway Emergency Services, rangkaian layanan komprehensif IHH SG memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan paling tepercaya di Singapura, yang dikenal akan kualitas layanan medis dan luaran klinis yang unggul, baik di Singapura maupun di kawasan regional. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ihhhealthcare.com/singapore. Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
• 4 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.