Lebak: Sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, berpotensi terjadi pergerakan tanah dengan intensitas menengah dan tinggi. Potensi itu seiring dengan peningkatan curah hujan di daerah itu.
"Kami minta masyarakat agar waspada pergerakan tanah menghadapi cuaca ekstrem," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Senin, 26 Januari 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
19 Rumah di Lebak Terdampak Pergerakan Tanah Akibat Cuaca EkstremDengan kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar waspada dan siaga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Selama ini jumlah rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat, akibat pergerakan tanah pada Desember 2025 hingga Senin, 26 Januari 2026, sebanyak 146 rumah.
"Kami menerima laporan korban bencana alam itu sebanyak enam orang meninggal dan satu luka ringan," ujar Sukanta.
Ilustrasi rumah terdampak pergerakan tanah. (Dokumentasi/Metro TV)
Sementara itu, Anwar, 55, warga Kampung Marga Mulya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengaku pihaknya khawatir kondisi rumahnya rusak berat dan hampir roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi pekan lalu.
"Kami sekarang, jika curah hujan tinggi, keluarga terpaksa menginap di rumah kerabat karena khawatir roboh," kata Anwar.



