Tambang Ilegal di Serang Ditutup Permanen Setelah Menelan Korban Jiwa

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menutup permanen aktivitas pertambangan pasir dan batu atau Galian C ilegal di kawasan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, setelah lokasi tersebut menelan korban jiwa.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa operasional tambang dihentikan karena tidak memiliki izin resmi dan telah membahayakan keselamatan warga.

BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Tambang Penyebab Banjir di Sumatera, Aktivis 98 Haris Rusly Moti Merespons

"Kami langsung lakukan penutupan karena Galian C ini tidak ada izinnya atau ilegal. Kami akan tutup permanen," ujar Budi.

Dia menjelaskan bahwa langkah tegas tersebut diambil setelah insiden nahas pada malam sebelumnya yaitu seorang warga tewas tenggelam di lubang galian yang terbentuk akibat aktivitas penambangan liar tersebut.

BACA JUGA: Tragedi Tambang Bogor Jadi Alarm Keras Bahaya Praktik Penambangan Ilegal

Selain memakan korban, aktivitas tambang yang diduga telah beroperasi selama bertahun-tahun di atas lahan perorangan ini dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah tanpa memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Keberadaan tambang liar ini tidak memberikan kontribusi positif, justru merusak lingkungan dan membahayakan nyawa masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Menteri ESDM: Sudah Melalui Kajian Mendalam

Untuk memastikan tidak ada aktivitas pertambangan kembali, Pemkot Serang melalui Satpol PP dan instansi terkait akan menempatkan petugas guna melakukan pengawasan melekat di lokasi tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Amaru mengatakan kedua korban yang diketahui bernama Adam dan Fattah (7) ditemukan meninggal dunia pada Senin (26/1) dini hari di dalam kubangan air bekas Galian C setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

"Terakhir kali, keduanya terlihat sedang memancing di jembatan yang letaknya tak jauh dari area pertambangan. Saat ditemukan posisinya sudah meninggal dan kaku dua-duanya," ujarnya.

Kini jenazah kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum setempat. (antara/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penemuan Mayat Dimutilasi di Turki Picu Aksi Protes di Seluruh Negeri
• 11 jam laluidntimes.com
thumb
Iran Siap Meladeni Serangan AS
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hujan Deras Picu Banjir di Perumahan Subsidi Bekasi, Warga Kembali Mengungsi & Keluhkan Penanganan
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Polbangtan Manokwari Dorong Tanam Cerdas Hadapi Iklim Ekstrem
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Jawa
• 38 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.