Liputan6.com, Jakarta - Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bekerja sama dengan Bank Sampah Alamanda Sejahtera menggelar program pengabdian masyarakat yang menitikberatkan pada penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Kegiatan ini melibatkan para ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Bekasi, sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan limbah mulai dari tingkat rumah tangga.
Advertisement
Akademisi FEB UI Dwini Handayani menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola sampah domestik karena aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang utama timbulan limbah.
Menurutnya, penguatan kapasitas dan pemahaman yang berkelanjutan dapat membuka peluang baru bagi pemberdayaan ekonomi berbasis pengolahan sampah.
“Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular. Edukasi yang berkelanjutan akan membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah bagi mereka,” kata Dwini, melansir Antara, Jumat (23/1/2026).
Program yang dilaksanakan selama enam bulan, sejak Juli hingga Desember 2025, difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan sampah organik dan anorganik dari lingkungan rumah tangga.
Pelaksanaan program ini berlangsung di tengah kondisi timbulan sampah Kota Bekasi yang masih tergolong tinggi, dengan jumlah mencapai lebih dari 614 ribu ton pada 2024.
Secara nasional, sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah dengan porsi 50,71 persen, sehingga upaya pengelolaan di tingkat keluarga dinilai penting untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Tingginya timbulan sampah rumah tangga menjadi latar belakang tim lintas fakultas Universitas Indonesia yang terdiri dari FEB, FISIP, dan SPPB meluncurkan Program “Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini”.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan warga dalam mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah.
Ketua RW 02 Bojong Menteng, Dain Santoso, menilai kegiatan edukasi tersebut mampu menumbuhkan nalar kewirausahaan di tengah masyarakat.
menurutnya, melalui pengelolaan sampah yang tepat, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai jual.
“Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Dain.


