Negara Kaya Mau Batasi Kerja Part Time, Semua Jadi Full Time

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Jerman (REUTERS/Annegret Hilse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Partai konservatif yang berkuasa di Jerman telah mengusulkan pembatasan hak untuk bekerja paruh waktu (part time), guna mendorong lebih banyak orang bekerja penuh waktu (full time). Ini terjadi di tengah stagnasi perekonomian yang dialami raksasa Eropa tersebut.

Mengutip AFP Senin (26/1/2026), Kanselir Friedrich Merz dari partai CDU sayap kanan tengah, menyatakan bahwa lebih banyak pekerjaan dan produktivitas diperlukan untuk memicu perubahan. Di Jerman, banyak orang- sebagian besar perempuan- bekerja paruh waktu, sementara industri utama telah lama menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil yang akut.


Baca: Dor! Kelompok Bersenjata Tembak Pertandingan Sepak Bola, 11 Tewas

Komentar Merz ini juga didukung Menteri Ekonomi Katherina Reiche. Selama kunjungan ke kota Hamburg, menteri yang juga berasal dari CDU tersebut menyerukan lebih banyak pekerjaan penuh waktu akan dikombinasikan dengan pilihan penitipan anak untuk keluarga atau perawatan untuk tanggungan.

Berdasarkan rencana ini, pekerjaan paruh waktu hanya akan diizinkan untuk alasan tertentu seperti membesarkan anak, merawat kerabat, atau pelatihan kejuruan. Pembahasan kongres segera dimulai di bulan Februari.

Tak pelak usulan tersebut memicu kritik. Mulai dari partai SPD sayap kiri tengah, mitra dalam koalisi pemerintahan, hingga serikat pekerja setempat.

"CDU sebaiknya tidak terus mengarahkan bahwa orang-orang di Jerman tidak cukup bekerja," kata Perdana Menteri (PM) Negara Bagian Mecklenburg-Western Pomerania, Manuela Schwesig, kepada majalah Stern.

"Masalahnya bukan kurangnya kemauan atau kinerja, tetapi kondisi yang tidak memadai bagi mereka yang tidak dapat bekerja penuh waktu," kata Ketua Serikat Pekerja IG Metall, Christiane Benner, dalam konferensi pers di Frankfurt.

Baca: 'Kiamat' Dunia Makin Dekat, 3,8 Miliar Orang Bisa Jadi Korban

Sebelumnya, Merz memicu kontroversi ketika ia mengkritik aturan cuti sakit di Jerman. Menurutnya kebijakan saat ini "berlebihan".

Ia mencatat bahwa pekerja rata-rata hampir tiga minggu cuti setahun karena sakit. Dirinya pun mempertanyakan mengapa mereka diizinkan untuk mendapatkan surat keterangan sakit dengan berkonsultasi dengan dokter melalui telepon.

 


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Siap-siap Investor Jerman Banjiri Indonesia, Ini Potensinya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
F-PKS DPR RI Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden: Kondisi Ideal
• 22 jam laludetik.com
thumb
Lengkap! Ini Jadwal Pencairan dan Besaran THR yang Diterima PNS 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Cegah Banjir di Jakarta, Pramono Minta Besok Tetap Dilakukan Modifikasi Cuaca
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Daftar Mobil Terlaris di Tahun 2025, Sigra dan Calya Masih Jadi Idaman Pembeli Kendaraan Pertama
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Yuran Fernandes Dianggap Bermain Tak Sepenuh Hati, Sinyal Dia Akan Hengkang ke Persebaya Susul Tavares?
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.