Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengatakan, banjir di wilayahnya bukan hanya akibat curah hujan yang tinggi, melainkan lingkungan juga perlu diperhatikan.
"Banjir yang terjadi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan tata ruang, dan lingkungan di Jakarta masih membutuhkan perhatian serius, serta penanganan yang berkelanjutan," kata dia, dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).
Advertisement
Menurut Kenneth, pemerintah dilarang menutup mata terhadap berbagai persoalan struktural yang masih terjadi di lapangan, dimulai dari sistem drainase yang belum optimal, pendangkalan sungai, hingga alih fungsi lahan yang tak terkendali.
Pasalnya, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dampak yang terjadinya langsung terhadarp keselamatan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat.
"Saya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," ujar Kenneth.
Dia pun mengusulkan dalam skala jangka pendek, meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan seluruh perangkat daerahnya siaga penuh di lapangan, normalisasi dan pembersihan saluran air harus segera dilakukan, termasuk penyedotan genangan di beberapa titik rawan banjir.
Selain itu, diberikan posko pengungsian yang layak dan penyediaan kebutuhan dasar seperti air bersih, onat-obatan, hingga perlengkapan untuk bayi dan lansia perlu diperhatikan secara khusus.
Koordinasi Pemerintah Pusat dan daerah penyangga juga dinilai bagi Kenneth sangat penting, mengingat persoalan banjir di Jakarta tak terlepas dari kondisi wilayah hulu.
Tidak hanya penyampaian informasi yang cepat dan juga transparan terkait cuaca, ketinggian air, serta langkah antisipasi juga sangan perlu terus dilakukan agar masyarakat lebih waspada.
Untuk jangka panjangnya, Kenneth mendorong penanganan banjir dilakukan dengan komprehensif dan juga berkelanjutan.
Upaya pembenahan sistem dirainase terpadu, revitalisasi sungai dan juga waduk, percepatan pemasangan sheet pile di bibir sungai, serta penguatan infrastruktur pengendalian banjir seperti polder dan pompa air yang harus dipercepat.
Selain pembangunan fisik, edukasi dilakukan juga kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah, dan kepedulian terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F08%2F22%2Feda6a65e09166ad521e2eb0d4c705dfd-IMG20250822154120.jpg)
