Imigrasi Ambon Maksimalkan Aplikasi LDK untuk Awasi WNA

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon memanfaatkan aplikasi Layanan Data Keimigrasian (LDK) untuk memperkuat pengawasan terhadap pergerakan Warga Negara Asing (WNA) di Provinsi Maluku, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut. Eben Rifqi Taufan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, menyatakan bahwa penguatan pengawasan orang asing akan menjadi fokus utama Imigrasi Ambon pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen untuk menyediakan layanan keimigrasian yang berdampak langsung pada keamanan, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pengawasan orang asing pada 2026 tetap kami laksanakan dengan semakin gencar. Kami tidak ingin orang asing yang berada di Maluku justru membawa masalah. Yang kami harapkan hanyalah orang-orang yang benar-benar memberi manfaat,” ujar Eben Rifqi Taufan.

Tren kunjungan wisatawan asing ke Maluku yang terus meningkat menjadikan pengawasan lebih penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Maluku sepanjang 2025 tercatat sekitar 38 ribu kunjungan, yang didominasi oleh wisatawan dari Eropa, Asia Pasifik, dan Australia.

Peningkatan arus orang asing tersebut menuntut sistem pengawasan yang lebih modern dan terintegrasi. Salah satunya adalah dengan optimalisasi aplikasi LDK yang memungkinkan instansi terkait untuk mengakses data keimigrasian secara cepat, akurat, dan langsung setelah terdaftar melalui kantor pusat Imigrasi.

“Melalui LDK, data keimigrasian bisa diakses lintas instansi. Ini sangat membantu dalam memantau keberadaan dan aktivitas orang asing, sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi pelanggaran,” katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dari sisi pelayanan, Imigrasi Indonesia terus melakukan transformasi digital untuk memudahkan masyarakat. Saat ini hampir seluruh layanan keimigrasian, khususnya paspor, telah berbasis daring, mulai dari pemilihan jadwal, waktu, hingga lokasi pelayanan.

“Masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama di kantor. Semua sudah terakomodasi secara digital. Bahkan, kami juga aktif mendatangi masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang lebih dekat dan inklusif,” tambahnya.

Dengan penguatan layanan digital dan sistem pengawasan terintegrasi, Imigrasi terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. “Imigrasi yang makin maju adalah imigrasi yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Itu yang terus kami dorong melalui pelayanan dan pengawasan,” pungkas Eben Rifqi Taufan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pencurian Kambing di Bekasi, Pelaku Sembelih Dulu di Kandang
• 14 menit laluidntimes.com
thumb
Waktu Terbaik Menikmati Pesona Pulau Komodo, April hingga November
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Resmi Muncul ke Publik, Jule Beri Saran Bagi yang Ingin Menikah Muda
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Kapolri Buka Suara soal Wacana Pelibatan TNI Tangani Terorisme
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Jajang Hermawan Jadi Kepala BI Kaltim, Fokus 4 Tugas Utama
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.