Menyongsong Abad Kedua NU: Tantangan Digital dan Keberagaman

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Nahdlatul Ulama (NU), yang didirikan pada 1926, telah memainkan peran penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pancasila. Menjelang satu abad berdirinya NU pada 2026, organisasi ini dihadapkan pada tantangan peradaban global dan kemajuan teknologi digital.

Sejak awal berdirinya, NU telah berkontribusi dalam menjaga keberagaman dan toleransi di Indonesia. Salah satu contohnya adalah penolakan keras terhadap gerakan Darul Islam (DI) yang dipimpin Kartosoewirjo pada era 1940-an. Para ulama NU, termasuk KH Abdul Wahab Chasbullah, menentang DI sebagai bughot atau pemberontakan yang harus ditentang demi persatuan bangsa.

Di tingkat internasional, NU, dengan restu Hadratus Syaikh KHM Hasyim Asy’ari, membentuk Komite Hijaz yang bertujuan mempromosikan kebebasan bermazhab di Makkah. Ini termasuk melindungi makam Nabi Muhammad SAW dan memperbaiki pelaksanaan ibadah haji, yang semuanya diterima oleh pihak Saudi.

Transformasi dan Tantangan Digital

Memasuki abad kedua, NU menghadapi tantangan baru di era digital di mana internet menjadi sumber informasi utama, termasuk dalam hal keagamaan. Survei Alvara Research Center 2025 menunjukkan bahwa internet menjadi rujukan keagamaan utama bagi Gen-Z, meski peran ustaz dan orang tua tetap signifikan.

Generasi yang lebih tua, seperti Baby Boomers, masih sangat bergantung pada otoritas lokal seperti ustaz atau kiai. Sementara itu, Milenial dan Gen-X menunjukkan pola campuran antara penggunaan internet dan kedekatan dengan ustaz lokal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Hal ini menuntut NU untuk memperkuat literasi keagamaan dan digital di kalangan jamaahnya. Kini, jamaah NU yang sebelumnya mayoritas di perdesaan kini telah bertransformasi menjadi komunitas perkotaan yang berpendidikan dan kelas menengah. Oleh karena itu, program dan strategi NU harus disesuaikan dengan dinamika baru ini.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Menhan ke Presiden: Jejak Diplomasi Prabowo Membela Kedaulatan Palestina
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak dengan Kesabaran Setipis Tisu: Aries Impulsif, Aquarius Progresif
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Ini Maskapai Teraman di Dunia 2026, Full Service hingga Low Cost
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Infinix Gandeng ITSEC Asia, Hadirkan Perlindungan Siber di NOTE Edge 5G+
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BCA Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025, Kredit Hampir Tembus Rp1.000 Triliun
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.