BCA Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025, Kredit Hampir Tembus Rp1.000 Triliun

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. 
 
BCA membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun per Desember 2025, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
 
Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi transaksi digital yang konsisten sepanjang tahun. Kredit BCA tumbuh merata di berbagai sektor BCA dan entitas anak mencatat total penyaluran kredit sebesar Rp993 triliun per Desember 2025, tumbuh 7,7 persen YoY. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit perseroan mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.

Penyaluran kredit BCA tersebar ke berbagai sektor ekonomi, mulai dari manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga. 
 
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasinya kepada para nasabah atas kepercayaan yang terus diberikan kepada perseroan.
 
“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air,” kata Hendra Lembong dalam konferensi pers, Selasa, 27 Januari 2026.
  Baca juga: Hati-hati Akun BCA Palsu di TikTok, Janjikan Pinjaman Cepat Bunga 0% Kredit usaha dan konsumer tetap terjaga Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen YoY menjadi Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara itu, pembiayaan konsumer tercatat sebesar Rp224,1 triliun, didukung oleh kredit pemilikan rumah (KPR) Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp56,6 triliun.
 
Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, meningkat 9,8 persen YoY menjadi Rp25,2 triliun. Sejak Oktober 2025, BCA juga turut mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta. Kualitas kredit tetap sehat BCA berhasil menjaga kualitas kredit tetap solid. Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya. 
 
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 1,7 persen.
 
Pencadangan terhadap NPL dan LAR juga berada pada tingkat yang memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen. Fokus pembiayaan berkelanjutan dan UMKM perempuan Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen YoY menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen dari total portofolio pembiayaan BCA. 
 
Pertumbuhan ini didorong peningkatan pembiayaan energi baru terbarukan yang naik dua kali lipat YoY menjadi Rp6,2 triliun.
 
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik meningkat 53 persen YoY menjadi Rp3,6 triliun. BCA juga menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini dengan bunga spesial mulai 3,21 persen efektif per tahun. Hingga Desember 2025, BCA telah memiliki lebih dari 43 ribu debitur perempuan.
 
Di sisi operasional, BCA melakukan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah operasional hingga 657 ton dan upaya pengurangan emisi karbon dengan potensi penurunan mencapai 5.575 ton CO₂ ekuivalen.
  Baca juga: Cara Transfer BCA ke Seabank, Ini Kode Bank dan Biayanya Dana pihak ketiga dan transaksi digital menguat Dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen YoY menjadi Rp1.249 triliun per Desember 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen YoY hingga Rp1.045 triliun.
 
Sepanjang 2025, total frekuensi transaksi BCA meningkat 17 persen YoY menjadi 42 miliar transaksi. Pada puncaknya, BCA memproses hampir 300 juta transaksi dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen YoY.
 
Pendapatan bunga bersih (net interest income) meningkat 4,1 persen YoY, sementara pendapatan nonbunga melonjak 16 persen YoY. Secara keseluruhan, pendapatan operasional BCA tumbuh 5,4 persen YoY, didukung perbaikan rasio cost to income (CIR).
 
“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat. BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas," tutur Hendra Lembong.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layanan Perkantoran di Tanjung Raya Mulai Pulih Pascabencana Banjir Bandang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Deretan Hero Roamer Mobile Legends Paling OP di Meta M7 World Championship
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Rampung Diperiksa, Rocky Gerung: Penelitian Dokter Tifa Tak Langgar Prosedur Akademik
• 5 jam laluokezone.com
thumb
[FULL] Update Korban Longsor Cisarua, Tim SAR: 29 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi | KOMPAS PETANG
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa M 5,5 Guncang Pacitan
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.