Banjir Meluas, Anggota DPR Desak Baznas Evaluasi Pola Penanganan Bencana

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Bencana banjir menerjang di sejumlah daerah di Indonesia. Anggota Komisi VIII DPR Wibowo Prasetyo meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperbanyak pendistribusian bantuan bagi korban banjir. Wibowo menilai, keterlibatan Baznas dalam penanganan bencana selama ini cukup efektif, namun jangkauannya perlu lebih diperluas.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini mendorong agar Baznas melakukan evaluasi dalam pola penanganan bencana selama ini, agar kehadiran mereka bisa berdampak lebih nyata bagi masyarakat.

Advertisement

“Respons cepat Baznas membantu evakuasi korban banjir di Jabodetabek, misalnya, sudah cukup bagus. Namun, terkadang masih terkonsentrasi titik-titik tertentu belum menjangkau lebih luas wilayah terdampak,” kata Wibowo di Jakarta, Senin (26/1/2026). Dikutip dari keterangan tertulis.

Wibowo mengingatkan, potensi banjir di wilayah Jabodetabek dan wilayah lain di Indonesia masih tinggi merujuk data yang dirilis dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini. Selain di Jabodetabek, banjir baru-baru ini juga melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Ini menjadi kewaspadaan kita bersama agar upaya penanganan bencana ini lebih strategis dan dampaknya sangat bisa dirasakan langsung masyarakat. Tak hanya perahu karet, tapi harus dipikirkan lebih detail apa sebenarnya bantuan yang sangat mendesak dibutuhkan. Tentu antara satu wilayah dan wilayah lain berbeda,” tandas Wibowo.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo ini juga meminta Baznas memikirkan pola bantuan kepada korban bencana banjir secara berkelanjutan.

Artinya, pemberian bantuan untuk masyarakat tidak terkonsentrasi pada saat bencana datang. Sebab seringkali masalah paling krusial juga dihadapi para korban ketika bencana mereda dan mereka kehilangan sumber kehidupan karena rumahnya rusak, tidak bisa bekerja, sakit dan sebagainya.

“Ini juga yang perlu dipikirkan Baznas untuk memberdayakan korban pascabencana. Di fase ini, korban justru butuh pendampingan agar mereka bisa bangkit lagi untuk hidup normal,” terang Wibowo.

Agar penanganan bencana lebih terarah, Wibowo mendorong agar Baznas juga terus bisa berkoordinasi secara aktif dengan instansi lain seperti Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Basarnas, pemerintah daerah dan lain sebagainya. Dari koordinasi dan komunikasi aktif ini maka celah terjadinya tumpang tindih tugas, keterbatasan anggaran, sarana, sumber daya dan lainnya bisa diminimalisasi.

“Lebih penting juga bagaimana Baznas secara kolaboratif bisa mengampanyekan pentingnya mencegah terjadinya bencana. Ini relevan lantaran bencana tak hanya dipengaruhi faktor alam semata seperti curah hujan, namun juga pengelolaan alam yang serampangan,” pungkas Wibowo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Hari Pertama Thailand Masters 2026, Selasa 27 Januari: Rian/Rahmat dan Lanny/Apriyani Ambil Bagian
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
PGEO Menangkan Proyek Eksplorasi Panas Bumi di Cubadak Panti
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemprov DKI Akan Buat Aturan Larangan Buang Sampah Sembarangan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Total Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya Capai Rp1,94 Triliun, Tanjung Perak Bayarkan 23.786 Kasus
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Adies Kadir Diusulkan Jadi Hakim MK, Habiburokhman Ingatkan Independensi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.