Kanada Tolak Perjanjian Dagang Bebas dengan China, Usai AS Ancam Tarif 100 Persen

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak memiliki niat untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, meskipun sebelumnya sempat menjalin kesepakatan awal dengan Beijing.

Komitmen Kanada pada CUSMA dan Ketegangan dengan AS

Pernyataan tersebut disampaikan Carney pada Minggu (25 Januari), hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan akan menerapkan tarif sebesar 100 persen terhadap ekspor Kanada.

Carney menyampaikan bahwa Ottawa tetap berkomitmen pada kewajibannya dalam Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA).

Ia juga menegaskan bahwa Kanada tidak akan melanjutkan kesepakatan perdagangan apa pun tanpa melalui proses konsultasi.

Trump, dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu, menuduh Carney berusaha menjadikan Kanada sebagai pelabuhan transit bagi produk China.

"Ia sangat keliru," tulis Trump dalam unggahan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Trump mencabut undangan untuk Kanada bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).

Trump merujuk pada pidato Carney dalam forum World Economic Forum (WEF), di mana Carney memperingatkan bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara-negara besar.

Kesepakatan Kanada-China Jadi Sorotan Washington

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mendukung langkah Kanada menjajaki hubungan dagang dengan China.

Namun kini, Washington menilai kesepakatan awal antara Ottawa dan Beijing sebagai risiko terhadap keamanan perdagangan Amerika Serikat.

Kesepakatan yang ditandatangani pada 16 Januari itu memungkinkan masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif sebesar 6,1 persen.

Sebagai timbal balik, pemerintah China akan menurunkan tarif atas ekspor produk pertanian asal Kanada.

Mulai 1 Maret, tarif minyak biji kanola diturunkan dari 85 persen menjadi 15 persen.

Produk ekspor lainnya seperti bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada akan dibebaskan dari tarif antidiskriminasi oleh China setidaknya hingga akhir tahun 2026.

"Kesepakatan ini memperbaiki sejumlah persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir," kata Carney.

"Kesepakatan ini sepenuhnya sejalan dengan CUSMA," ia menegaskan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arahan Direktur Kemenaker soal Duit K3 dari Swasta: Boleh Diterima Asal Jangan Minta dan Paksa
• 8 jam lalukompas.com
thumb
8 Rekomendasi DPR untuk Percepatan Reformasi Polri, Ini Detailnya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas Penertiban Kawasan Hutan Diminta Hormati Kepastian Hukum HGU
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenhaj Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Naik Haji Pakai Uang Korupsi
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Update Longsor Cisarua: Basarnas Serahkan 29 Kantong Jenazah ke Tim DVI Polda Jabar
• 12 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.