Toyota Indonesia Respons Situasi Geopolitik Dunia, Incar Negara Global South

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto berkomentar perihal situasi global yang tengah terjadi sejak awal tahun dan rencana strategis pabrikan untuk 2026 ini.

"Baru awal tahun ini kagetnya sudah banyak, kaget Venezuela, kaget Greenland, kaget Iran, jadi banyak banget yang mengagetkan. Geopolitiknya memang luar biasa, jadi bukan hanya Indonesia tetapi juga keseimbangan ekonomi dunia, ini kan menjadi tantangan kita," buka Nandi saat ditemui awak media di Jakarta, Senin (26/1/2026) malam.

Sebagai salah satu negara yang menjadi pusat produksi kendaraan Toyota global, Toyota Indonesia menyikapi kondisi tersebut dengan langkah awal yakni memantau potensi negara-negara lain yang bisa jadi calon tujuan ekspor.

"Sehingga kita tidak akan berhenti di situ, ya. Jumlah ekspor kita mungkin akan terpengaruh. Kita mau mengembangkan segmen-segmen yang berpotensial untuk negara global south," papar Nandi.

Menurut Nandi, negara-negara yang dimaksud mencakup wilayah Asia Timur, Afrika, hingga Amerika Selatan masih memiliki peluang motorisasi dan penjualan kendaraan yang tumbuh pada masa akan datang.

Toyota Indonesia rayakan 3 juta unit ekspor, kukuhkan diri sebagai hub produksi global

Toyota Indonesia baru saja merayakan capaian 3 juta unit ekspor pada Oktober 2025. CEO Toyota Motor Corporation (TMC), Koji Sato sampai ikut hadir lakoni selebrasi kehadiran jenama Jepang itu lebih dari 5 dekade di Tanah Air.

“Mewakili Toyota Group kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya. Dan seluruh partner kami selama lebih dari 50 tahun,” ucap Sato di Karawang, Jawa Barat.

Toyota memulai bisnisnya di Indonesia sejak 1970 dengan memperkenalkan diri ke kancah Internasional. Perjalanan panjang tidak sekadar memasarkan beragam model andalannya, tapi juga memproduksi mobil untuk diekspor ke pasar global.

Kilas balik, pengiriman kendaraan pabrikan dari Indonesia sudah dimulai sejak 1987 lewat produk Kijang generasi ke-3 ke Brunei Darussalam. Toyota Kijang juga menjadi model pertama dengan peningkatan volume ekspor masif pada 2004.

Ekspor perdana 1 juta unit mobil lansiran Toyota Indonesia terjadi pada tahun 2018, empat tahun berselang jumlah pengiriman ke luar negeri menyentuh angka 2 juta unit. Sejalan pencapaian itu, Toyota terus memperluas tujuan ekspor lebih dari 100 negara.

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai pengiriman komoditi hasil Indonesia ke Venezuela sepanjang 2025 mencapai USD 66,66 juta atau berkisar Rp 1,1 triliun, naik 40,59 persen dibandingkan periode serupa tahun 2024.

Sebagian dari total tersebut, komoditas otomotif yang ditandai dengan kode HS 87 berperan menjadi kontributor terbesar dengan nilai USD 46,38 juta atau kisaran nilainya mencapai Rp 777,3 miliar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aisyah si perenang sungai raih emas APG 2025
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana di Sumatra Tunjukkan Kemajuan Signifikan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Ahok Pastikan Hadir Jadi Saksi di Sidang Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Xi Jinping Selidiki Jenderal Top China, Analis: Tanda Bergesernya Politik di Beijing
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hasil Pertandingan Al Nassr vs Al Taawon 27 Januari 2026, Umpan Manis Sadio Mane Berbuah Gol Bunuh Diri
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.