Jawaban Wamenkeu Thomas Soal Dampak Pasar atas Pencalonannya di BI

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono mengakui terdapat asumsi kurang baik terhadap pencalonan dirinya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sehingga ikut memengaruhi sentimen pasar. 

"Sentimen pasar kita tahu ada asumsinya. Selalu ada asumsinya. Mungkin yang khusus mengenai saya, asumsinya sedikit kurang baik karena segala macam berhubungan dengan latar belakang [sebagai kemenakan Presiden] dan sebagainya," terang sosok yang akrab disapa Tommy itu  saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Senin (26/1/2026).

Sebagaimana diketahui, Tommy merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto dan sebelumnya menjabat sebagai anggota sekaligus Bendahara Umum Partai Gerindra. 

Namun, pada saat sesi tanya jawab fit and proper test, Tommy pun mengklarifikasi statusnya di dalam partai Presiden Prabowo Subianto itu. Dia menyebut telah mundur dari Bendahara Umum sejak Maret 2025, dan tidak lagi menjadi anggota sejak 31 Desember 2025. 

"Mudah-mudahan klarifikasi tadi adalah langkah awal tetapi poinnya saya harus membuktikan, saya enggak ada cara lain selain membuktikan kerja saya. Saya enggak bisa hanya ngomong," ujarnya. 

Putra Gubernur BI Sudrajad Djiwandono (periode 1993-1998) itu mengatakan sentimen terhadapnya juga terjadi saat pertama kali menjabat Wakil Menteri Keuangan pada 2024 lalu. Namun, Tommy mengaku Kemenkeu dan BI berbeda lantaran independensi bank sentral diatur langsung dalam undang-undang. 

Baca Juga

  • Pengesahan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI pada Paripurna Hari Ini (27/1)
  • Harga Emas Antam Hari Ini, 27 Januari 2026 di Pegadaian: Per Gram Naik jadi Rp3,2 Juta
  • Nilai Tukar Rupiah Berbalik Menguat, Pengamat: BI Kirim Sinyal Positif ke Pasar

"Ya sentimen pasar itu harus dibuktikan melalui fakta. Jadi pembuktian saya lakukan melalui fakta, saya akan bekerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu," terangnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah di Tengah Potensi Serangan ke Iran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Red Notice Dato Sri Mohammed Shaheen Shah Resmi Dihapus
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tok, Tok! Tokoh Kelahiran Balikpapan Ini Disetujui Paripurna DPR Jadi Hakim Konstitusi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Pemenang Tender Waste to Energy Danantara Diumumkan Februari, Intip Skemanya
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Noel Klaim Ada Parpol dan Ormas Terlibat Pemerasan K3, KPK Tantang Buka Fakta di Persidangan
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.