Brasilia: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mempertimbangkan memasukkan Palestina dalam inisiatif yang diusulkan Trump, yakni Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), serta membatasi fokus badan tersebut hanya pada isu Gaza.
Dalam percakapan telepon di hari Senin, kedua pemimpin sepakat untuk bertemu di Washington guna melanjutkan pembahasan, kata pihak kepresidenan Brasil.
Selama percakapan yang berlangsung sekitar 50 menit itu, Lula meminta agar Board of Peace dibatasi pada isu Gaza dan mencakup satu kursi bagi Palestina sebagai bagian dari keanggotaan badan tersebut.
Dikutip dari TRT World, Selasa, 27 Januari 2026, Lula juga menyerukan apa yang ia sebut sebagai “reformasi menyeluruh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk perluasan anggota tetap Dewan Keamanan,” yang menandakan kekhawatiran lebih luas terkait masa depan tata kelola global. Hubungan yang Membaik Hubungan antara Lula dan Trump semakin erat sejak pertemuan resmi pertama mereka pada Oktober lalu, yang menandai mencairnya relasi setelah periode ketegangan antara Brasilia dan Washington.
Sebagai bagian dari perbaikan hubungan tersebut, pemerintahan Trump telah mengecualikan sejumlah ekspor utama Brasil dari tarif sebesar 40 persen serta mencabut sanksi terhadap seorang hakim senior Brasil.
Kedua pemimpin juga membahas situasi di Venezuela dalam percakapan Senin itu, dengan Lula menyerukan “perdamaian dan stabilitas di kawasan.”
Sebelumnya bulan ini, Lula menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro telah melampaui “batas yang tidak dapat diterima.”
Menurut pihak kepresidenan Brasil, kunjungan Lula ke Washington akan dilakukan setelah lawatannya ke India dan Korea Selatan pada Februari, dengan tanggal yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.
Baca juga: Hikmahanto Soroti Dewan Perdamaian Gaza, Sebut Kewenangan Ketua Terlalu Dominan



