Petugas Imigrasi Akan Tinggalkan Minneapolis Buntut Ricuh Penembakan Maut

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sejumlah agen federal yang melakukan operasi penegakan imigrasi di Minneapolis, di mana petugas AS menembak mati dua warga negara, akan meninggalkan kota mulai hari ini. Wali Kota Minneapolis Jacob Frey juga berharap agen federal lainnya menyusul.

"Beberapa agen federal akan mulai meninggalkan wilayah ini besok (27/1), dan saya akan terus mendorong agar semua yang terlibat dalam operasi ini pergi," kata Frey dilansir AFP, Selasa (27/1/2026).

Frey sebelumnya mengunggah momen ia berbicara dengan Trump dan mengatakan "Presiden setuju situasi saat ini tidak bisa terus berlanjut," katanya.

Baca juga: Trump Kirim Kepala Perbatasan AS ke Minneapolis Buntut Ricuh Penembakan Maut

Untuk diketahui, petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE) menembak seorang warga negara AS di Minneapolis hingga tewas pada Sabtu (24/1) waktu setempat. Peristiwa itu ini memicu protes keras dan kecaman dari para pemimpin lokal.

Dilansir Reuters, Departemen Keamanan Dalam Negeri menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan. Otoritas AS mengatakan agen patroli perbatasan melakukan penembakan untuk membela diri setelah seorang pria mendekat dengan pistol dan dengan keras melawan upaya untuk melucuti senjatanya.

Namun, video dari saksi di tempat kejadian yang diverifikasi oleh Reuters menunjukkan pria yang diidentifikasi sebagai Alex Pretti (37), memegang telepon di tangannya, bukan senjata api. Dia saat itu disebut mencoba membantu para pengunjuk rasa lain yang telah didorong ke tanah oleh agen.

Video itu juga memperlihatkan Pretti sedang merekam agen federal mendorong seorang wanita dan mendorong orang lain ke tanah. Pretti kemudian bergerak di antara agen dan para wanita lalu mengangkat lengan kirinya untuk melindungi diri dan berbalik saat agen menyemprotnya dengan semprotan merica.

Saat Pretti berbalik dan mencoba membantu wanita yang terjatuh, agen imigrasi tersebut terus menyemprotnya. Saat Pretti mengangkat wanita itu, agen menariknya menjauh dari wanita tersebut dan Pretti tampak dipaksa berlutut oleh beberapa agen.

Salah satu dari mereka menarik sesuatu dari pinggang Pretti lalu dengan cepat menjauh dari tempat kejadian. Beberapa saat kemudian, seorang petugas dengan pistol yang diarahkan ke punggung Pretti menembakkan empat tembakan ke arahnya secara beruntun.

Beberapa tembakan lagi kemudian terdengar saat agen lain tampak menembak Pretti. Selanjutnya, semua agen mundur dari jasad Pretti.

Baca juga: Gedung Putih Tuding Demokrat Jadi Biang Kerok Kerusuhan di Minneapolis

Beberapa agen tampak menawarkan bantuan medis kepada Pretti saat dia terbaring di tanah. Sementara, agen lain menjaga agar warga lain tidak mendekat.

Insiden penembakan itu kemudian memicu ratusan massa menggelar demonstrasi untuk menghadapi agen bersenjata dan bertopeng, yang menggunakan gas air mata dan granat kejut. Demonstrasi juga terjadi di New York, Washington DC, dan San Francisco.

Hal itu juga meningkatkan ketegangan antara pejabat negara bagian dan federal AS. Para pejabat telah berselisih dengan pemerintahan Trump gara-gara penembakan warga negara AS lainnya, Renee Good, pada 7 Januari lalu. Mereka menolak mengizinkan pejabat lokal untuk berpartisipasi dalam penyelidikan insiden tersebut.

Baca juga: Lawan Aksi Represif Aparat Federal AS, Protes Besar Melanda Minneapolis




(zap/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Patroli Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran di Jaktim, 11 Remaja Diamankan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Modifikasi Cuaca Hari Ke-11, Tebar Garam di Tangsel dan Laut Jawa
• 21 jam lalumerahputih.com
thumb
Kecelakaan Beruntun Truk Kontainer di Bukit Tinggi, 5 Orang Tewas | SAPA MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Kemenangan 3-2 atas Arsenal, Bryan Mbeumo Cetak Rekor Debutan MU Sejak Van Persie
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.