JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi Kali Cakung Lama di wilayah Rawa Indah, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (27/1/2026) pagi meluap.
Pantauan Kompas.com di lokasi, kondisi sungai tampak sejajar dengan jalan dan menggenangi area rumah warga.
Padahal, jarak antara badan jalan dan bibir sungai hanya sekitar dua meter, sehingga permukiman di wilayah tersebut sangat rentan terdampak luapan air.
Baca juga: Habis Banjir Jakarta, Muncullah Tumpukan Sampah dan Jalan Rusak
Akibat kondisi tersebut, para pengendara sepeda motor terlihat melaju dengan kecepatan rendah dan ekstra hati-hati saat melintasi jalan yang tergenang.
Batas antara badan jalan dan aliran sungai pun nyaris tak terlihat jelas. Antara jalan dan jembatan hanya terdapat pembatas berupa bambu berwarna cokelat yang sudah tampak lapuk.
Kondisi ini membuat jalur tersebut semakin berbahaya, terutama saat air sungai meluap.
Selain meluap, Kali Cakung Lama juga dipenuhi sampah dan endapan lumpur. Beberapa tanaman di bantaran sungai terlihat terendam air, sementara sampah plastik tampak mengapung di permukaan.
Salah satu warga setempat, Sumiyati (55), mengatakan bahwa luapan air di Kali Cakung Lama hampir selalu terjadi setiap kali hujan turun.
“Kalau hujan pasti keluar airnya, merendam jalan. Itu pasti,” kata Sumiyati kepada Kompas.com, Selasa.
Baca juga: Ada 2 Demo di Jakarta Hari ini, Berikut Titik Potensi Macet
Menurut dia, luapan air disebabkan oleh pendangkalan sungai akibat endapan lumpur yang tidak pernah dikeruk. Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kalinya penuh sama lumpur belum ada pengerukan selama saya di sini udah tinggal puluhan tahun. Kan dari kecil saya di sini,” kata Sumiyati.
Sumiyati menambahkan, jalan tersebut sebenarnya sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun, saat banjir terjadi, kondisi jalan menjadi berbahaya, terutama bagi pengendara.
“Motor sama mobil biasanya lewat sini. Kalau yang baru pertama kali lewat dan pas banjir ada yang kejeblos,” kata dia.
Adapun Kali Cakung Lama menjadi salah satu sungai yang direncanakan akan dilakukan pengerukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga: Beda Nasib Terdakwa Pencuri TV di Rumah Uya Kuya: Reval Tetap Ditahan, 2 Lainnya Bebas
Di lokasi terlihat satu unit excavator amphibious tipe AM 35 berwarna biru bertuliskan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang berada di sekitar aliran sungai.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


