"Tough Guy": Membaca Julukan Supermahal Prabowo dan Tantangannya

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Prabowo Subianto mendapakan julukan baru, “tough guy” (pria tangguh). Bukan sembarang julukan. Harganya supermahal.

Setidaknya ada dua alasan. Pertama, alasan yang bersifat metaforis atau konotatif, dan kedua, yang bersifat referensial atau denotatif.

Alasan pertama, pemberi julukan itu adalah seorang pria yang bisa dikatakan supertangguh dewasa ini. Dia adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Bagaimana bukan supertangguh dan kata-katanya supermahal? Sebagai presiden AS, Trump memiliki otoritas menggerakkan militer AS dan kekuatan ekonominya, yang bisa memaksa negara berdaulat lain tergopoh-gopoh dan tunduk.

Sejak memimpin AS yang kedua, langkah Trump mengguncang dunia. Dia menetapkan tarif dagang semaunya sendiri dengan disertai gertakan. Indonesia pun ikut tergopoh-gopoh akibat tarif yang ditetapkan Trump.

Presiden AS itu juga lantang menyebut dirinya “Presiden Perdamaian”. Trump mengaku berperan penting dalam menghentikan sejumlah konflik bersenjata global.

Di antaranya, konflik Rwanda dan Kongo, India dan Pakistan, Iran dan Israel, Rusia dan Ukraina, Thailand dan Kamboja.

Baca juga: Dewan Narsisme Trump, Asa Indonesia

Bahkan, Pakistan secara terbuka mencalonkan Trump untuk Nobel Perdamaian 2025. Meski penghargaan bergengsi itu jatuh kepada orang lain, María Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela, lalu pada 15 Januari 2026 medali itu dia berikan kepada Trump.

Bukti supertangguh Trump yang paling mengguncang dunia adalah tindakannya menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui aksi militer AS. Dunia mengecam Trump, tapi tak dihiraukan.

Trump menganggap tak butuh hukum internasional. Ia hanya tunduk pada pikirannya sendiri, moralitasnya sendiri.

Tentu saja tidak sembarang orang menarik perhatian Trump. Sudah pasti, di mata Trump, orang tersebut memiliki keunikan. Dan, keunikan itu disimpulkan oleh Trump dengan kata-kata “tough guy” (pria tangguh).

Selanjutnya, alasan yang bersifat referensial atau denotatif. Julukan “tough guy” diterima Presiden Prabowo pada sesi penandatanganan Board of Peace (BoP) oleh sejumlah pemimpin negara di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

BoP merupakan badan internasional baru yang dibentuk atas inisiatif Donald Trump. Secara teoritis BoP dirancang untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

BoP juga digagas untuk memulihkan tata kelola sipil dan menjamin transisi menuju perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, keanggotaaan BoP tidak sama dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Keanggotaan BoP terdiri atas negara-negara yang diundang oleh Trump. Indonesia termasuk yang diundang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
John Herdman Tantang Hokky Caraka
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Pengungsi Longsor Bandung Barat Mengaku Kekurangan Air Bersih
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Citilink Layani Rute Jakarta–Tanjung Pinang 7 Kali Seminggu, Mulai 1 Februari 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
BULOG Seluruh Indonesia Mulai Serap Gabah dan Beras Dalam Negeri di Awal 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengamat Ungkap Sederet Peluang dan Tantangan Proyek Peternakan Ayam Danantara
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.