PBB Khawatir Penempatan Kapal Induk AS di Timur Tengah Picu Ketegangan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas laporan bahwa Amerika Serikat (AS) mengerahkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah serta memperluas kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Menanggapi laporan itu, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan bahwa meningkatnya ketegangan militer menjadi perhatian serius. 

“Kami jelas melihat laporan-laporan mengenai meningkatnya ketegangan militer, yang tentu saja sangat mengkhawatirkan,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari Anadolu, Selasa, 27 Januari 2026.

Dujarric juga menanggapi laporan dugaan penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan Iran terhadap para pengunjuk rasa. Ia menyebut PBB menerima berbagai laporan tentang tingginya jumlah korban jiwa. 

“Kami telah melihat berbagai laporan mengenai jumlah orang yang terbunuh yang sangat tinggi oleh pasukan keamanan, termasuk para pengunjuk rasa yang tewas akibat tindakan aparat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meskipun angka korban bervariasi, situasi di lapangan tetap memprihatinkan. 

“Jumlahnya memang berbeda-beda, tetapi bahkan tanpa angka pasti sekalipun, jelas bahwa kondisi di lapangan sangat mengerikan dalam hal pembunuhan-pembunuhan ini,” ujar Dujarric.

Selain itu, PBB menilai perkembangan terbaru berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas kawasan. 

“Pada saat yang sama, kami sangat khawatir dengan meningkatnya aktivitas dan retorika militer, yang menurut kami bertentangan dengan stabilitas kawasan,” kata Dujarric.

Kekhawatiran tersebut muncul di tengah aksi unjuk rasa besar-besaran di berbagai kota di Iran. Puluhan ribu warga turun ke jalan memprotes kesulitan ekonomi dan melemahnya nilai mata uang rial. 

Situasi ini mendorong Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan “penyelamatan” oleh AS jika para pengunjuk rasa dibunuh, dengan menyatakan bahwa pasukan Amerika “siap siaga sepenuhnya.”

Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan “respons keras” dan mengancam akan mengambil tindakan jika terjadi eksekusi massal. Namun, ia kemudian melunakkan pernyataannya dengan menyebut Teheran telah menghentikan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa setelah peringatannya disampaikan.

Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang “cepat dan menyeluruh,” menandai meningkatnya ketegangan antara kedua negara di tengah situasi regional yang rapuh.

Baca juga:  Armada Besar AS Tiba di Timur Tengah, Trump Klaim Iran Ingin Berdialog


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tito Ungkap Pemulihan Layanan Listrik di Tiga Provinsi Sudah 99 Persen
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
AHY Koordinasikan Penanganan Longsor Cisarua, 29 Jenazah Ditemukan dan 61 Masih Tertimbun
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Siapkan Tisu! 5 Rekomendasi Drakor Sedih Menguras Air Mata tapi Punya Happy Ending Terbaik
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Konsolidasi Kekuasaan To Lam, Taruhan Politik Vietnam
• 4 jam laludetik.com
thumb
Martin Ødegaard Blak-blakan Soal Biang Kerok Kekalahan Arsenal 2-3 dari MU! Kapten Arsenal Sebut Begini
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.