Bhabinkamtibmas dan Babinsa Minta Maaf soal Penjual Es Kemayoran Jual Spons

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang sempat mengamankan penjual es hunkwe atau es gabus di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Kedua petugas tersebut sebelumnya menuding penjual es hunkwe tersebut menjual makanan dengan bahan diduga spons.

Permintaan maaf ini disampaikan setelah hasil uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat memastikan produk es yang dijual aman dikonsumsi.

Klarifikasi itu disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, besama anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, terkait video viral yang sebelumnya menimbulkan kegaduhan. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (27/1) pagi.

Ikhwan membuka pernyataannya dengan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkwe yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujarnya dalam video tersebut,"

“Pertama, kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka. Sebagai petugas di lapangan, kami berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga,”

“Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,”

“Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat,”

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,”

“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga,"

"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami,”

Sebelumnya, video penjual es jadul yang diamankan aparat di wilayah Utan Panjang, RT 010/RW 05, sempat viral dan menuai kritik.

Namun hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya memastikan sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SPPG Polres Tanjung Perak Sudah Beroperasi Tiga Bulan, Layani Lebih dari 2 Ribu Murid
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Harta Kekayaan Rp74 Miliar tanpa Utang
• 19 jam laludisway.id
thumb
Riset: Kebiasaan Menimbun Barang Bisa Picu Stres & Ganggu Keharmonisan Keluarga
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Dewara Zaqqi dan Alya Syahrani Dalami Karakter di Musikal Perahu Kertas
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Fenomena CENS Picu Anomali Pola Hujan Awal Tahun di Jawa
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.