Sekilas terlihat sepele, tetapi menumpuk barang yang jarang digunakan di rumah ternyata bisa memicu stres, mengganggu keharmonisan keluarga, hingga membuat seseorang sulit berkonsentrasi.
Rumah yang penuh dan berantakan bukan hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental penghuninya lho, Moms.
Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan oleh Journal of Environmental Psychology, menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang berantakan dapat meningkatkan tekanan psikologis dan menurunkan kualitas hidup.
Kenapa Ada Orang yang Suka Menimbun Barang?Kebiasaan menimbun barang tidak selalu terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang sering melatarbelakanginya, antara lain:
-Merasa khawatir suatu saat barang tersebut akan dibutuhkan
-Barang menyimpan kenangan masa lalu
-Takut melepaskan sesuatu
-Merasa memiliki ikatan emosional, misalnya barang pemberian dari orang spesial
Perasaan emosional inilah yang sering membuat seseorang kesulitan membuang barang, meski sudah lama tidak digunakan.
Ciri-ciri Orang yang Gemar Menimbun BarangDikutip dari Verywell Mind, beberapa tanda umum kebiasaan menimbun barang meliputi:
1.Kondisi rumah cenderung berantakan, namun dianggap bukan masalah
2.Kesulitan membuang barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai
3. Sulit menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar
Lalu, Bagaimana Cara Mengatasinya?Mengatasi kebiasaan menimbun barang tidak harus dilakukan secara ekstrem. Beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba antara lain:
1. Luangkan waktu untuk membersihkan rumah sedikit demi sedikit
2. Kurangi barang di rumah dengan memilah mana yang disimpan, disumbangkan, atau dibuang
3. Atur barang berdasarkan kebutuhan dan frekuensi penggunaan sehari-hari
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menciptakan rumah yang lebih rapi, nyaman, dan menenangkan baik untuk diri sendiri maupun seluruh anggota keluarga.




