Gempa bumi Magnitudo 5,5 (dimutakhirkan jadi M 5,7) yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pagi terasa di sejumlah wilayah Jawa dan Bali. BMKG mengungkap penyebab gempa tersebut.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono menjelaskan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,18° LS ; 111,33° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 24 km arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 122 km.
BMKG menyebut, gempa ini dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). BMKG memastikan, gempa tidak berpotensi tsunami.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono dalam keterangan tertulis, dilansir detikJatim, Selasa (27/1/2026).
Menurut BMKG, wilayah selatan Jawa merupakan kawasan yang aktif secara tektonik karena pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas tersebut memicu tekanan dalam kerak bumi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa.
BMKG memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut dan belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/imk)




