Mengaku Keliru, Anggota yang Tuding Pedagang Jual Es Kue Jadul Berbahan Spons Minta Maaf

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Anggota TNI dan Polri yang sempat mengamankan penjual es kue jadul di Utan Panjang, Kemayoran, mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Video yang sempat viral terkait tudingan es kue jadul berbahan spons itu pun dipastikan keliru.

Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses aman dan layak dikonsumsi.

Advertisement

Menindaklanjuti hasil tersebut, Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa memberikan klarifikasi di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1/2026) malam.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, menyampaikan penyesalan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Ikhwan dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Ilhwan mengaku telah menarik kesimpulan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil uji ilmiah dari instansi berwenang.

"Kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat," ujar dia.

 

Minta Maaf ke Pedagang
Tangkapan Layar Akun TikTok @balewartawanjakpus

Dia menjelaskan, tindakan awal yang dilakukannya hanya berniatkan respons cepat atas laporan warga perihal kekhawatiran beredarnya makanan dengan kandungan berbahaya. Namun dalam praktiknya, hal tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman.

"Pertama, kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka," ucap dia.

"Niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," sambung dia.

Permohonan maaf pun secara khusus disampaikan kepada Sudrajat, penjual es yang sempat viral. Ikhawan menegaskan tidak ada niat mencemarkan nama baik Sudrajat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jersey 10 Pemain Sepak Bola Terlaris: Lamine Yamal Pertama, Real Madrid Punya Tiga Nama
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Swiatek hentikan Inglis untuk jumpa Rybakina di perempat final AO 2026
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Jadi saksi sidang korupsi minyak, Ahok: Saya akan sampaikan apa adanya
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi III Sepakat Polri Tetap di Bawah Presiden, Revisi UU Polri Segera Dibahas
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Delfine Persoon Hadapi Caroline Veyre dalam Perebutan Gelar Juara Dunia WBC Kelas Bulu Super
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.