Bisnis.com, JAKARTA — PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. (ZADI) membeberkan produk asuransi kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap total portofolio perusahaan.
Stephen, Chief of Underwriting Zurich menyampaikan kontribusi asuransi kendaraan bermotor sekitar sepertiga dari total Gross Written Premium (GWP) perseroan sepanjang 2025.
“Jadi sekitar sepertiga dari total GWP di tahun 2025. Kinerja asuransi kendaraan kami relatif stabil sejalan dengan kondisi pasar,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Selasa (27/1/2025).
Dia menjelaskan untuk menjaga dan mendorong kinerja lini tersebut, Zurich memfokuskan strategi pada penguatan kerja sama distribusi, penyesuaian produk agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kualitas layanan.
“Sambil tetap menjaga pertumbuhan yang sehat. Salah satunya, kami melakukan digitalisasi proses survei mobil dan motor dengan teknologi ZSurvey,” bebernya.
Stephen menilai, tantangan utama dalam pemasaran asuransi kendaraan bermotor saat ini masih berkaitan dengan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat perlindungan asuransi. Karena itu, Zurich terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna mempermudah akses terhadap produk asuransi.
Baca Juga
- Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) Garap Produk Unit-linked Perdana
- Perhitungan Pesangon PHK 2026 dan Hak-Hak Pekerja
- Janji Fiskal dan Moneter dari Thomas Djiwandono Setelah Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI
Di sisi lain, Zurich juga menaruh perhatian pada pengelolaan risiko, khususnya terkait potensi kecurangan atau fraud. Upaya mitigasi dilakukan melalui penerapan proses underwriting yang ketat serta pemanfaatan data.
“Kemudian, melalukan pengawasan terhadap proses klaim dan bengkel rekanan agar tetap transparan dan adil, serta deteksi dini akan potensi fraud saat laporan klaim diterima,” tegasnya.
Ke depan, Zurich optimistis kinerja asuransi kendaraan bermotor masih akan bertumbuh pada 2026, dengan tetap mempertimbangkan dinamika pasar otomotif, kondisi ekonomi, serta penguatan layanan berbasis digital.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, premi bruto Zurich pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp3,02 triliun, tumbuh 16,60% year on year (YoY) dibandingkan Rp2,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, klaim bruto tercatat mencapai Rp1,26 triliun, dengan laba perusahaan sebesar Rp122,7 miliar atau tumbuh 1,32% YoY.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484508/original/089372800_1769436147-Wamenhaj_Dahnil_Anzar_Simanjuntak_di_Asrama_Haji_Pondok_Gede__Jakarta__26_Januari_2026.__dok_Media_Center_Haji_2026__2.jpg)
