Komandan Patroli Perbatasan Hengkang Usai Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

GELOMBANG protes besar di Minneapolis akhirnya memicu pergeseran kebijakan di Gedung Putih. Komandan Border Patrol, Gregory Bovino, dipastikan akan meninggalkan kota di Minnesota tersebut. Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan fatal kedua terhadap warga AS oleh petugas federal dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Posisi Bovino akan digantikan oleh "Border Tsar" Tom Homan, yang ditunjuk langsung oleh Presiden Donald Trump untuk memimpin operasi di lapangan. Pergeseran ini disebut-sebut sebagai upaya administrasi Trump untuk menurunkan tensi setelah penembakan Alex Pretti, 37, pada Sabtu lalu memicu kemarahan publik.

Tragedi Alex Pretti dan Tuduhan Sepihak Alex Pretti, seorang perawat ICU, tewas diberondong peluru saat sedang merekam aktivitas agen imigrasi di jalanan Minneapolis. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) berdalih petugas melepaskan tembakan untuk membela diri karena Pretti melawan dengan senjata api.

Baca juga : Pejabat Tinggi Patroli Perbatasan Mundur, 4.000 Agen Terdeteksi

Namun, kesaksian warga dan keluarga korban mematahkan klaim tersebut. Mereka menegaskan Pretti hanya memegang ponsel, bukan senjata. Orangtua Pretti bahkan mengecam narasi pemerintah sebagai "kebohongan yang memuakkan."

Sebelum ditarik, Bovino sempat memperkeruh suasana dengan menuduh Pretti berniat melakukan "pembantaian" terhadap agen federal. Sosok Bovino memang dikenal kontroversial karena kerap mengunggah video penggerebekan imigrasi di media sosial demi tujuan promosi.

Pengurangan Pasukan

Tekanan dari Pemimpin Lokal Gubernur Minnesota Tim Walz dan Walikota Minneapolis Jacob Frey terus mendesak penarikan agen federal. Penembakan Pretti merupakan insiden maut kedua setelah sebelumnya Renee Nicole Good juga tewas di tangan agen ICE pada 7 Januari lalu.

Baca juga : Redakan Ketegangan, Trump dan Gubernur Walz Berdialog Soal Pengerahan Agen Federal

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Trump pada Senin waktu setempat, Gubernur Walz menekankan pentingnya penyelidikan independen oleh Biro Penangkapan Kriminal Minnesota.

"Presiden setuju untuk mempertimbangkan pengurangan jumlah agen federal di Minnesota dan berdiskusi dengan DHS guna memastikan penyelidikan independen dapat dilakukan," ujar Walz.

Masa Depan Penegakan Imigrasi Meski Bovino ditarik, kehadiran lebih dari 3.000 agen federal di Minneapolis masih menyisakan trauma mendalam bagi warga. "Banyak orang tidak bisa bekerja, tidak berani keluar rumah. Mereka ketakutan," ungkap George Cordero, warga St. Paul.

Tom Homan, yang kini memegang kendali, memiliki rekam jejak panjang dalam urusan deportasi sejak era Barack Obama. Walikota Jacob Frey dijadwalkan bertemu Homan pada Selasa untuk membahas langkah selanjutnya. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik dalam mengakhiri kebuntuan antara pemerintah federal dan otoritas lokal terkait operasi penegakan imigrasi yang agresif di kota tersebut. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Papan Propaganda di Teheran, Bom Diam-diam di Udara — Perang Modern Tanpa Peringatan?
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Satgas PKH Bidik Pidana 28 Korporasi Penyebab Banjir Sumatra
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Suporter Fanatik, Jadi Alasan Aleksa Andrejic Makin Betah Berkarier di Liga Indonesia
• 2 jam lalubola.com
thumb
Kremlin: Penyerahan Donbas Jadi Syarat Utama Damainya Rusia-Ukraina
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri ke Jajaran: Perjuangkan Polri di Bawah Presiden Sampai Titik Darah Penghabisan!
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.