Papan Propaganda di Teheran, Bom Diam-diam di Udara — Perang Modern Tanpa Peringatan?

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali melonjak ke level paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Serangkaian pergerakan militer, pernyataan politik bernada ancaman, serta sinyal kesiapan tempur dari berbagai pihak kini menempatkan kawasan Timur Tengah di ambang konflik terbuka.

Sinyal Keras dari Trump: “Sesuatu yang Besar Akan Terjadi”

Pada Sabtu, 25 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengunggah sebuah pernyataan singkat namun mengguncang perhatian dunia. Dalam unggahan tersebut, Trump menulis bahwa “besok malam akan terjadi sesuatu yang besar”, yang secara waktu mengacu pada malam 26 Januari 2026 waktu setempat.

Pernyataan ini segera memicu spekulasi luas di kalangan analis militer dan diplomatik, terutama karena bertepatan dengan meningkatnya pengerahan militer AS di sekitar Iran.

USS Abraham Lincoln Masuk Wilayah Operasi CENTCOM

Di saat yang sama, Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln secara resmi telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di Samudra Hindia. Masuknya kapal induk ini menandai fase baru dalam konsentrasi kekuatan militer AS di kawasan yang berdekatan langsung dengan Iran.

Langkah tersebut dipandang bukan sebagai pengerahan rutin, melainkan sebagai penempatan strategis berorientasi tempur, yang memberi AS kemampuan serangan udara, laut, dan elektronik dalam skala penuh.

Ancaman Houthi dan Propaganda Iran Menguat

Ketika kapal induk AS semakin mendekat ke wilayah Iran, kelompok bersenjata Houthi di Yaman—yang didukung Teheran—melontarkan ancaman terbuka terhadap kepentingan AS di Laut Merah.

Pada 25 Januari 2026, Houthi bahkan merilis sebuah video propaganda yang menampilkan kapal yang terbakar, disertai tulisan singkat bernada ancaman yang muncul cepat di layar. Video tersebut dipandang sebagai pesan simbolik bahwa jalur pelayaran internasional tetap berada dalam risiko tinggi.

Pada hari yang sama, Iran juga memasang papan propaganda raksasa di Lapangan Revolusi, Teheran. Gambar tersebut menampilkan kapal induk Amerika Serikat yang hancur, disertai peringatan keras agar militer AS tidak bertindak “sembrono”.

Israel Dukung Penuh AS, Daftar Target Elit Iran Disusun

Sejumlah laporan intelijen menyebutkan bahwa Israel secara aktif membantu Amerika Serikat dalam menyusun daftar target strategis di Iran. Target tersebut mencakup:

Tujuan utama dari daftar ini adalah melumpuhkan sistem komando dan kontrol Iran dari pusatnya.

Majalah The Economist melaporkan bahwa sejumlah pejabat negara Teluk secara pribadi semakin yakin bahwa sasaran AS tidak lagi terbatas pada fasilitas militer, melainkan langsung mengarah pada kepemimpinan politik Iran.

Sementara itu, The Jerusalem Post menilai bahwa risiko serangan AS terhadap Iran dalam hitungan hari ke depan sangat tinggi, bahkan melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran disebut-sebut telah bersembunyi di bunker perlindungan khusus.

Rencana Cadangan Iran dan Persiapan Terburuk

Iran dilaporkan telah menyiapkan Rencana B untuk menghadapi skenario terburuk. Pemerintah dan pimpinan militer tertinggi telah menunjuk para penerus untuk memastikan kesinambungan komando jika tokoh utama mereka disingkirkan.

Intelijen Barat juga mengungkap bahwa Iran telah:

Jika konflik pecah, rudal-rudal tersebut diperkirakan akan diarahkan langsung ke USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal pengiringnya.

Namun di tengah situasi panas ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bagheri, pada 25 Januari 2026, menyatakan bahwa Teheran tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang dan siap berdialog.

Trump Tegaskan Dua Pilihan untuk Iran

Pada 26 Januari 2026, Presiden Trump kembali berbicara kepada media dan menegaskan sikap AS : “Saya tidak ingin membahas secara rinci bagaimana saya akan menangani Iran. Mereka ingin mencapai kesepakatan. Mereka sudah berkali-kali menghubungi kami.”

Amerika Serikat, menurut Trump, mengajukan pilihan tegas kepada Iran:

  1. Menghentikan pengayaan uranium,
  2. Membatasi pengembangan rudal,
  3. Menghentikan dukungan terhadap kelompok ekstremis di Timur Tengah, atau bersiap menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat dalam skala besar.

Pada hari yang sama, Trump juga menggelar rapat tertutup dengan Panglima Angkatan Udara AS, memicu spekulasi bahwa keputusan besar bisa diambil sewaktu-waktu.

Skenario Serangan dan Kesiapan Sekutu

Jika Iran menutup Selat Hormuz, Amerika Serikat diperkirakan akan melancarkan serangan udara presisi dari:

Target utama meliputi:

AS juga berencana menambah satu sistem pertahanan THAAD di Timur Tengah untuk menghadapi serangan balasan.

Pasukan AS telah dikerahkan ke Israel untuk memperkuat pertahanan, sementara militer Israel kini berada dalam status siaga tempur penuh.

Selain itu, AS memindahkan pesawat perang elektronik EA-37B dari Bermuda ke Pangkalan Udara Ramstein, Jerman. Pesawat ini dirancang untuk melumpuhkan radar, komunikasi, GPS, dan jaringan data musuh, bukan untuk pengeboman konvensional.

The Times (London) melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang target di dalam Iran kapan saja, bahkan dalam waktu sangat dekat.

Sebagai respons terhadap risiko tersebut, Otoritas Penerbangan Eropa kini telah melarang seluruh penerbangan melintasi wilayah udara Iran.

Di Ambang Perang Besar

Dengan seluruh elemen militer, diplomatik, dan propaganda bergerak bersamaan, dunia kini menyaksikan salah satu momen paling genting dalam dinamika AS–Iran.

Pertanyaannya tinggal satu: Apakah Iran akan bertarung hingga titik terakhir, atau memilih mundur dan kembali ke meja perundingan di detik-detik terakhir?

Jawabannya mungkin akan terungkap dalam hitungan jam ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Infrastruktur Aceh Ditargetkan Membaik sebelum Puasa Ramadan
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian Lingkungan Hidup Hentikan 8 Perusahaan Sumber Emisi di Jabodetabek
• 14 menit laluliputan6.com
thumb
BCA Raup Laba Bersih Rp 57,5 T Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Piala Asia Futsal 2026 Bergulir Hari Ini, Pelatih Timnas Indonesia Minta Publik Turunkan Ekspektasi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
• 3 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.