Sekolah Kembali Bersih Pascabencana, Anak-anak di Tapanuli Sekolah Lagi

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sekolah-sekolah terdampak bencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan terus dibersihkan dengan bantuan personel TNI AD.

Pantauan terkini pada Senin (26/1), ada sembilan titik sekolah yang masih lanjut dibersihkan di wilayah Tapteng dan Tapsel. Yaitu SD 100723 di Desa Aek Ngadol, Madrasah Ibtidayah di Desa Hutagodang, SMA Santu Fransiskus di Desa Aek Tolang, dan SD 155680 Tukka.

Lalu, MTs Negeri Sibolga Aek Parombunan, SMP Fransiskus, SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, SDN 155678 Hutanabolon 2, dan SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1.

Dengan pembersihan intensif ini, anak-anak bisa segera kembali berlajar ke sekolah.

Di SMP Fransiskus dan SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, bagian halaman sekolah sudah bersih. Bangunan juga tampak rapi dan dan bersih.

Adapun kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak bencana sudah dimulai sejak 5 Januari 2026. Pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk siswa dan guru yang bersifat adaptif dan fleksibel.

Siswa dan guru yang sekolahnya mengalami kerusakan berat sementara melaksanakan KBM di tenda. Sementara itu, sekolah-sekolah yang rusak ringan diperbaiki dan dibersihkan secara intensif.

Sekolah di Aceh Tamiang Bersih dari Lumpur, Anak-anak Kembali ke Sekolah

Pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, anggota TNI bersama masyarakat setempat terus bergotong royong membersihkan sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Bendahara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pantauan di SD Negeri Raja, Desa Raja, Kecamatan Bendahara Minggu (25/1), anggota TNI dan warga bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang sebelumnya menutupi halaman dan area sekolah. Dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop, lumpur yang mulai mengeras dikeruk dan dipindahkan ke luar area sekolah.

Kini, halaman sekolah yang sebelumnya tertutup endapan lumpur telah bersih dan kembali dapat dimanfaatkan para siswa untuk beraktivitas dan belajar dengan nyaman.

Sementara itu, di SMA Negeri 1 Bendahara, Desa Seuneubok, Kecamatan Bendahara, endapan lumpur padat dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter hingga satu meter sempat menutupi halaman sekolah. Anggota TNI bersama para guru dan masyarakat setempat mengeruk lumpur menggunakan cangkul dan sekop.

Selain tenaga manual, satu unit alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Lumpur kemudian diangkut menggunakan truk dan dibuang ke luar area sekolah hingga halaman kembali bersih.

Kegiatan serupa juga dilakukan di TPA Nurul Iman, Desa Lubuk Batil, Kecamatan Bendahara. Masyarakat yang dibantu anggota TNI membersihkan lumpur di dalam dan sekitar lingkungan sekolah. Lumpur yang mulai mengering dikeruk dengan sekop dan dipindahkan menggunakan gerobak.

Selain itu, TNI juga membersihkan debu tebal yang menempel di sekitar lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan nyaman.

Melalui kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Aceh Tamiang kini berangsur pulih. Anak-anak pun dapat kembali bersekolah di lingkungan yang lebih bersih, aman, dan layak untuk belajar.

TNI Terus Renovasi Rumah hingga Sekolah

Tak hanya membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah setelah banjir surut, para prajurit TNI juga memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak. Bergotong royong dengan warga setempat, para prajurit TNI membangun kembali kehidupan pascabencana.

Di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, para prajurit TNI memotong besi-besi untuk kebutuhan konstruksi bangunan, menyusun batu bata, dan menyemen tembok rumah warga yang sempat hancur diterjang banjir.

Selain rumah warga, para personel TNI juga merehabilitasi gedung-gedung sekolah. Di SDN 152981 Tukka 1A dan 1 B, Tapanuli Tengah, tampak prajurit-prajurit TNI menyemen tembok sekolah.

Sementara di SDN 155678 Hutanabolon 2, Tapanuli Tengah, para prajurit berupaya memasang triplek untuk memperbaiki langit-langit di ruang kelas. Prajurit TNI juga membantu rehabilitasi SDN 155680 Bonalumban Lingkungan 1, Tapanuli Tengah.

Rehabilitasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera kembali berjalan.

"Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah diperhatikan sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali," ujar Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi, awal tahun ini.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni negara harus hadir untuk rakyat dalam menghadapi masa sulit bersama-sama.

Warga Juga Turun Tangan

Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di provinsi Aceh terus dikebut. Pemulihan ini dilakukan mulai dari pembersihan sekolah, kantor desa, hingga rumah-rumah warga. Pembersihan dilakukan dengan gotong royong antara personel TNI dan warga.

Dari laporan terkini per Senin (26/1), di Kabupaten Bireuen, puluhan personel TNI melaksanakan pembersihan di SMK Negeri 1 Peusangan yang berlokasi di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan. Dengan menggunakan cangkul, sekop, dan sepatu boot, personel TNI bekerja bersama membersihkan halaman dan ruang sekolah. Meski sebagian area telah dibersihkan, tumpukan lumpur masih terlihat di beberapa sudut sekolah, menunjukkan dampak banjir yang cukup parah.

Masih di Kecamatan Peusangan, TNI juga membantu membersihkan rumah warga milik Ibu Safiah. Lumpur yang mengendap di lantai dan perabot rumah tangga dibersihkan secara manual agar rumah dapat kembali ditempati dengan layak.

Kegiatan serupa dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Di SD Negeri Raja, Desa Raja, Kecamatan Bendahara, personel TNI dan warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang menumpuk di halaman dan ruang kelas sekolah.

Pembersihan juga dilakukan di Gudang Kantor Datok Penghulu, Desa Seuneubok. Lumpur yang telah mengering masih terlihat di sebagian area kantor dan dibersihkan secara bertahap.

Di SMAN 1 Bendahara, Desa Seuneubok, lumpur masih menumpuk di bagian depan sekolah sehingga mengganggu akses masuk. Banyaknya material lumpur membuat proses pembersihan dibantu dengan penggunaan alat berat agar jalur menuju sekolah kembali terbuka.

Sementara itu, di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, personel TNI bersama warga membersihkan rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur kering. Di beberapa ruangan, lantai rumah yang berwarna putih mulai terlihat setelah dibersihkan. Namun, di ruangan lainnya, lumpur masih menggunung hingga setengah tinggi ruangan. Dengan cangkul dan sekop, personel TNI tetap bekerja penuh semangat.

Pembersihan juga dilakukan di ruko-ruko di Jalan Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Etalase dan lantai toko masih tertutup lumpur, namun TNI bahu membahu membersihkannya. Sejumlah warga tampak mulai beraktivitas di sekitar lokasi meski kondisi belum sepenuhnya pulih.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan Pemkot Surabaya Ubah Skema Beasiswa SMA, Banyak Tunggakan di Sekolah
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Saan: Pencalonan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK Sudah Melalui Proses di Komisi III
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Komisi III Sepakat Usulkan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PNM Fokus Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera di Industri Keuangan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Semua yang Perlu Diketahui tentang iOS 16.2.1: Bug Fix dan Sistem Lebih Stabil
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.