Anis Matta: Gejolak Global Membesar, 2026 Jadi Ujian Berat bagi Indonesia

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Anis Matta Wakil Menteri Luar Negeri RI mengingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi periode yang sangat berat bagi Indonesia. Peringatan itu disampaikan menyusul meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang dinilai akan berdampak langsung pada stabilitas kawasan dan politik nasional.

Menurut Anis Matta, dinamika global saat ini menandai runtuhnya tatanan dunia lama yang selama ini bertumpu pada institusi multilateral dan hukum internasional.

“Peristiwa penculikan Nicolas Maduro Presiden Venezuela menjadi penanda bahwa tatanan dunia lama benar-benar telah berakhir,” ujar Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi multilateral tidak lagi efektif menjalankan fungsinya. Akibatnya, dunia memasuki fase tanpa kepastian hukum internasional yang berujung pada situasi tidak terkendali.

“Kekecewaan global meningkat dan tidak ada mekanisme penyelesaian yang sistematis. Dalam kondisi seperti ini, risiko menuju perang dunia semakin besar,” katanya.

Dalam masa transisi global tersebut, Anis Matta melihat Amerika Serikat sebagai negara adidaya tengah menerapkan doktrin baru demi mengamankan kepentingan nasionalnya, terutama jalur logistik dan investasi.

“Amerika ingin mengontrol seluruh kawasan strategis, baik di benua Amerika maupun wilayah lain di dunia,” ujarnya.

Anis Matta menyinggung rencana penguasaan Greenland sebagai bagian dari strategi menekan pengaruh Rusia sekaligus membatasi ekspansi investasi China. Menurutnya, tata kelola global yang dulu berbasis aturan kini bergeser ke pola kekuatan.

“Tata dunia berbasis aturan sudah tidak ada. Yang ada sekarang adalah politik kekuatan,” tegasnya.

Anis Matta memprediksi akan muncul kekacauan di berbagai kawasan sebagai bagian dari upaya mendestabilisasi iklim investasi China yang semakin masif. Asia Tenggara, menurutnya, tidak akan luput dari dampak tersebut.

“Saya kira sasaran akhirnya adalah Asia Tenggara. Konflik Kamboja–Thailand bisa menjadi awal dari pendalaman konflik di kawasan ini, dan Indonesia berada di dalamnya,” katanya.

Karena itu, ia menilai tahun 2026 akan menjadi fase krusial dan berat bagi Indonesia, seiring meningkatnya potensi konflik kawasan.

Namun demikian, Anis Matta menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang strategis melalui keterlibatan yang lebih kuat dengan Dunia Islam.

“Jika kita melihat peta geopolitik, masa depan Indonesia sesungguhnya terhubung dengan Dunia Islam yang memiliki populasi sekitar dua miliar jiwa,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara Dunia Islam bahkan lebih besar dibandingkan dengan China, Eropa, dan Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, keterlibatan aktif Indonesia dinilai sangat penting, termasuk dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan strategis seperti Somalia–Somaliland.

Anis Matta juga menyinggung keterlibatan Indonesia dalam Badan Perdamaian Gaza yang digagas Donald Trump Presiden Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan eskalasi konflik Palestina–Israel yang berpotensi memicu perang dunia.

“Perang 12 hari antara Iran dan Israel kemarin sudah cukup membuat dunia khawatir, mengingat kedua pihak memiliki keterkaitan dengan kekuatan nuklir,” katanya.

Selain mendorong kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida, keikutsertaan Indonesia dalam badan tersebut, lanjutnya, juga bertujuan menekan Israel agar mematuhi aturan dan menahan eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Konflik Palestina dan Timur Tengah bisa menjadi pemicu perang dunia yang dampaknya jauh lebih besar dibandingkan konflik Ukraina,” ujarnya.

Anis Matta menegaskan bahwa kebijakan Indonesia ke depan harus diarahkan untuk mengubah wilayah konflik menjadi zona pembangunan dan stabilitas.(faz/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kata Istri soal Sakit Lucky Widja: Kena TBC, Berdampak hingga Ke Ginjal
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sinergi Fiskal-Moneter Buka Pintu Thomas Djiwandono Jadi DG BI
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Efek Ajaib Minum Air Hangat di Malam Hari, Benarkah Bikin Tidur Lebih Nyenyak?
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Gibran: Jangan Sampai Ada Sekolah Berlantai Tanah di Papua!
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 3,6 Guncang Blitar Jatim
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.