TNI-Polri Akui Bertindak Terburu-Buru Tangkap Pedagang Es Gabus, Hasil Pemeriksaan Nyatakan Aman Dikonsumsi

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota TNI dan Polri yang bertugas di Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengakui bahwa mereka bertindak terlalu cepat dalam menangkap pedagang es gabus pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Dugaan awal menyebutkan bahwa es gabus tersebut mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur.

Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa dari Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan bahwa kesimpulan diambil sebelum hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang keluar.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Aparat

Ikhwan menyampaikan permintaan maaf yang mendalam, khususnya kepada pedagang es gabus bernama Sudrajat yang menjadi korban dari peristiwa tersebut.

"Kesimpulan kami terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari Dinas Kesehatan, Dokpol, dan Labfor Polri," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merugikan atau mencemarkan nama baik siapa pun.

Tindakan aparat diambil sebagai bentuk respons cepat atas laporan masyarakat terkait kekhawatiran adanya makanan berbahaya yang beredar.

Sebagai petugas di lapangan, mereka segera mendatangi lokasi untuk memeriksa laporan tersebut.

Menurut Ikhwan, kehadiran aparat di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan warga yang mulai resah.

"Tujuan kami adalah mengedukasi masyarakat agar merasa aman saat membeli makanan," ia menambahkan.

Ia juga menekankan bahwa langkah cepat dilakukan demi mencegah potensi bahaya bagi konsumen.

Hasil Pemeriksaan Nyatakan Es Gabus Aman

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa es gabus yang sempat viral di media sosial aman untuk dikonsumsi.

AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, menyampaikan bahwa Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk makanan tersebut.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa es gabus layak dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya," ungkapnya.

Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya.

Sampel yang diperiksa mencakup es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dari pedagang.

Pemeriksaan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat yang menduga makanan tersebut mengandung bahan berbahaya seperti PU Foam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Andrew Jung: Kedatangan Layvin Kurzawa Bikin Persib Makin Kuat
• 4 menit lalubola.com
thumb
Pengacara Ressa: Kalau Ibunda Denada Masih Hidup Pasti Bisa Berikan Solusi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jubir PSI Ungkap Alasan Gelar Rakernas di Makassar: Kami Ingin Sulawesi Jadi Kandang Gajah
• 14 menit laluliputan6.com
thumb
Kecelakaan Beruntun Truk Kontainer di Bukit Tinggi, 5 Orang Tewas | SAPA MALAM
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pengamat: Pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI Sah dan Wajar
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.