JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, mendorong mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel membuka secara transparan dan eksplisit partai politik (parpol) dan ormas nonkeagamaan yang dia sebut menerima aliran dana dari kasus pemerasan sertifikasi K3 di Kemenaker yang menjeratnya.
Dengan begitu, publik tidak memandang negatif parpol yang tidak terlibat atau tidak menerima aliran dana dalam kasus tersebut.
“Saya mengarahkan Bang Noel supaya membuka saja secara transparan, secara eksplisit, supaya ini jelas pertanggungjawabannya dan ini juga sentimen positif bagi demokrasi kita,” ujar Agung dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (27/1/2026).
“Karena kalau partainya diserang terus semacam ini, kader-kadernya juga, bisa membuat demokrasi kita, partai politik kita, kesan-kesannya negatif, busuk, dan seterusnya, ini kan nggak bagus. Padahal parpol adalah instrumen utama kita berdemokrasi.”
Baca Juga: Kata Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer soal KPK Lakukan OTT: Operasi Tipu-Tipu
Agung berharap, pihak-pihak yang merasa dituduh menerima aliran dana dari kasus pemerasan sertifikasi K3 di Kemenaker oleh Noel, menyiapkan pernyataan.
“Saya berharap pihak-pihak yang dituduh, yang dituding oleh Bang Noel juga harus bersiap untuk memberikan pernyataan publiknya. Supaya apa, supaya jelas ujung dari semua ini.”
Sebelumnya, Immanuel Ebenezer menyebut ada partai politik dan ormas nonkeagamaan yang menerima aliran dana dari kasus yang menjeratnya.
“Jangan pake warna dulu. Ormasnya dulu ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama,” ucap Noel sebelum mengikuti persidangan, Senin (26/1/2026).
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- immanuel ebenezer
- sidang immanuel ebenezer
- parpol terima aliran dana
- aliran dana k3 kemenaker
- Noel
- pemerasan sertifikasi K3





